Thursday, June 10, 2010

H Rudy Dari PT BJM Dipanggil

BANJARMASINÄ Ä © H Rudy dari PT Binuang Jama Makmur (BJM) yang
disinyalir milik H Muhidin, dipanggil Sat I Krimum Dit Reskrim
Polda Kalsel untuk dimintai keterangan terkait soal pencurian
batubara milik PT Arutmin oleh H Asmuni.
Á ÁKamis (10/6), Kasat I Krimum AKBP Helfi Assegaff kepada
wartawan mengakui, pihaknya sudah melayangkan surat penggilan
kepada H Rudy.
Á Á"Kita memanggil H Rudy untuk dimintai kesaksiannya. Sebab,
batubara diduga hasil curian itu ditampung di stockpile di Desa
Sungai Cuka dikelola H Rudy ini," bebernya.
Á ÁPenyidik yang sudah menetapkan H Asmuni sebagai tersangka ini
ingin mengetahui dari H Rudy, apakah batubara tersebut ditampung
saja ataukah memang hasil pembelian dari H Asmuni.
Á ÁAdapun sejumlah barang bukti seperti sembilan buah truk kini
dititipkan di Pos PJR Satui dan diberi garis polisi.
Á ÁSementara itu, kuasa hukum PT Arutmin, Abdul Hakim SH
mengatakan, dari penyelidikan yang dilakukan pihaknya, H Asmuni
didukung anak buahnya sudha hampir sebulan mengeruk batubara dari
tiga titik yang masih masuk kawasan PKP2B Arutmin di Desa Sungai
Cuka.
Á Á"Sekitar awal Juni sudah pernah kami beri teguran agar tidak
lagi menambang di kawasan Arutmin. Karena tidak diindahkan,
terpaksa kami adukan ke Polda Kalsel. Dari beberapa saksi, dan
keterangan sopir truk, H Asmuni yang telah mengkoordinir pengerukan
batubara itu. Diperkirakan ada sekitar 1.600 metrik ton (MT)
batubara yang sudah dikeruk," paparnya.
Á ÁBelakangan, semua batubara ditumpuk di stockpile milik PT BJM
yang dikelola H Rudy. "Kami meminta disidik apakah ada kaitan
antara H Rudy dengan H Asmuni. Secara logika dan ketentuan,
batubara itu bisa diterima di stockpile jika diketahui sumbernya
dari mana, seperti adanya SKAB, sehingga diketahui keabsahan
batubara tersebut. Namun, batubara itu jelas ilegal, tapi kenapa H
Rudy masih mau menerima batubara tersebut," paparnya.
Á ÁHakim menambahkan, PT BJM yang memiliki pelsus dan stockpile
itu. "PT BJM adalah milik H Muhidin dan pengelolaan BJM di Sungai
Cuka dilakukan H Rudy," jelasnya.
Á ÁSebanyak 1.600 MT batubara yang diduga kuat milik PT Arutmin
Indonesia yang dicuri oknum tertentu, disita petugas Jatanras Sat
I Krimum Dit Reskrim Polda Kalsel, Rabu (9/6) dini hari.
Á ÁArea penumpukan batubara curian tersebut berada di Pelsus
Satui, Sungai Cuka, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu). Selain tumpukan
batubara sekitar 13 meter persegi itu, polisi juga menyita sembilan
buah truk yang ada di sekitar lokasi, tiga di antaranya masih
berisi muatan batubara.
Á ÁKasat I Krimum AKBP Helfi Assegaff menerangkan, pihaknya
mendapat pengaduan dari PT Arutmin bahwa di dalam kawasan
tambangnya sesuai status PKP2B©nya, telah terjadi aksi pencurian
batubara yang diduga dilakukan oleh H Asmuni.
Á Á"Kemudian, kita lakukan penyelidikan dan tadi dini hari, kita
langsung melakukan penyitaan dan memberi garis polisi, baik
terhadap batubara maupun truk pengangkut yang diduga hasil dan alat
melakukan tindak pidana pencurian," cetusnya. Ã Ãadi

No comments: