Monday, June 14, 2010

H Asmuni Hadiri Panggilan

BANJARMASINÄ Ä © H Asmuni, tersangka pencurian batubara di lahan milik
PT Arutmin di kawasan Sungai Cuka, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah
Bumbu (Tanbu) menghadiri panggilan penyidik, Senin (14/6).
Á ÁKasat I Krimum Dit Reskrim Polda Kalsel AKBP Helfi Assegaff
mengatakan, H Asmuni hadir untuk memenuhi panggilan penyidik.
Á ÁH Asmuni sendiri datang sekitar pukul 02.00 Wita dan terus
menjalani pemeriksaan secara intensif terkait dugaan tindakannya
mencuri batubara milik PT Arutmin.
Á ÁDisinggung apakah tersangka akan ditahan, Helfi mengatakan
belum bisa memastikan karena semuanya bergantung dari hasil
penyidikan.
Á ÁMeski demikian, dari sejumlah bukti yang sudah dikantongi
penyidik sebagaimana pengaduan PT Arutmin, H Asmuni diduga kuat
memang mendalangi aksi pencurian batubara dari tiga titik tambang
milik PT Arutmin.
Á ÁSementara itu, H Rudy, pengelola pelabuhan khusus PT Binuang
Jaya Makmur (BJM) di Sungai Cuka menurut Helfi masih sebatas saksi,
meski batubara hasil curian ditumpuk di pelsus BJM.
Á Á"Dari keterangan sementara, H Asmuni memang menyewa tempat
tersebut untuk menyimpan sementara batubara tersebut. Jadi, mungkin
saja H Rudy tidak mengetahui kalau itu batubara curian," bebernya.
Á ÁSebagaimana diketahui, H Rudy ikut dimintai kesaksiannya.
Orang dekat H Muhidin, pengusaha sekaligus politis asal Binuang,
Tapin ini mesti berurusan dengan polisi, karena pelsus BJM diduga
menampung batubara milik tersangka H Asmuni.
Á ÁPenyidik yang sudah menetapkan H Asmuni sebagai tersangka ini
ingin mengetahui dari H Rudy, apakah batubara tersebut ditampung
saja ataukah memang hasil pembelian dari H Asmuni.
Á ÁSejumlah barang bukti seperti sembilan buah truk kini
dititipkan di Pos PJR Satui dan diberi garis polisi. Demikian juga
batubara sebanyak 1.600 MT di pelsus BJM sudah disita polisi.
Á ÁSebanyak 1.600 MT batubara yang diduga kuat milik PT Arutmin
Indonesia yang dicuri oknum tertentu, disita petugas Jatanras Sat
I Krimum Dit Reskrim Polda Kalsel, Rabu (9/6) dini hari.
Á ÁArea penumpukan batubara curian tersebut berada di Pelsus
Satui, Sungai Cuka, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu). Selain tumpukan
batubara sekitar 13 meter persegi itu, polisi juga menyita sembilan
buah truk yang ada di sekitar lokasi, tiga di antaranya masih
berisi muatan batubara.
Á ÁÃ ÃÄ ÄSementara itu, kuasa hukum PT Arutmin, Abdul Hakim SH
mengatakan, dari penyelidikan yang dilakukan pihaknya, H Asmuni
didukung anak buahnya sudah hampir sebulan mengeruk batubara dari
tiga titik yang masih masuk kawasan PKP2B Arutmin di Desa Sungai
Cuka.
Á Á"Sekitar awal Juni sudah pernah kami beri teguran agar tidak
lagi menambang di kawasan Arutmin. Karena tidak diindahkan,
terpaksa kami adukan ke Polda Kalsel. Dari beberapa saksi, dan
keterangan sopir truk, H Asmuni yang telah mengkoordinir pengerukan
batubara itu. Diperkirakan ada sekitar 1.600 metrik ton (MT)
batubara yang sudah dikeruk," paparnya.
Á ÁBelakangan, semua batubara ditumpuk di stockpile milik PT BJM
yang dikelola H Rudy. "Kami meminta disidik apakah ada kaitan
antara H Rudy dengan H Asmuni. Secara logika dan ketentuan,Ô h) 0*0*0*° ° Ô batubara itu bisa diterima di stockpile jika diketahui sumbernya
dari mana, seperti adanya SKAB, sehingga diketahui keabsahan
batubara tersebut. Namun, batubara itu jelas ilegal, tapi kenapa H
Rudy masih mau menerima batubara tersebut," paparnya. Ã Ãadi

No comments: