Monday, June 21, 2010

Eksepsi Penasihat Hukum Terdakwa Lihan Ditolak

MARTAPURAÄ Ä © Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Martapura yang
diketuai Edy Suwanto SH MH menolak eksepsi atau keberatan terhadap
surat dakwaan dalam sidang lanjutan atas terdakwa Lihan di PN
Martapura, Senin (21/6).
Á ÁJaksa penuntun umum (JPU) Fadlan SH MH mengatakan, karena
eksepsi penasihat hukum terdakwa ditolak majelis hakim maka sidang
akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi©saksi.
Á Á"Minggu depan hakim minta dihadirkan lima orang saksi, mungkin
dari nasbah dulu," kata Fadlan.
Á ÁFadlan menjelaskan, selain saksi dari nasabah, nantinya juga
akan dihadirkan saksi ahli baik dari perbankan maupun IAIN Antasari
tentang syariah.
Á Á"Kami nantinya juga menghadirkan saksi ahli dari PPATK, ini
berkait dengan dugaan money loundring," ujarnya.
Á ÁMenyikapi ditolaknya eksepsi dalam putusan sela ini, Fadlan
menyatakan, pihaknya yakin memenangkan perkara ini.
Á ÁAdapun Lihan sendiri didakwa JPU sebagaimana diatur dan
diancam pidana berdasarkan pasal 3 ayat (1) huruf a, b, c, d, e UU
RI No 25 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas UU RI No 15 Tahun 2002
tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Selain mengenakan dakwaan
tindak pidana pencucian uang, JPU juga mendakwa Lihan melakukan
perbuatan sebagaimana diatur dan diancam pidana berdasarkan pasal
59 ayat (1) UU RI No 21 Tahun 2008 tentang Perbankan
Syariah. Sedang dakwaan primernya pada terdakwa yang didampingi tim
penasihat hukum dari kantor pengacara Masdari Tasmin SH MHum adalah
pasal 46 ayat (1) UU RI No 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas UU
RI No 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.
Á ÁDakwaan primer itu dikenakan JPU karena terdakwa diduga
menghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan tanpa izin usaha
dari Pimpinan Bank Indonesia sebagaimana dimaksud pasal 16. Untuk
dakwaan subsider, jaksa mengenakan terdakwa melanggar pasal 387
KUHP dan lebih subsider melanggar pasal 372 KUHP. Ã Ãdio/adi

No comments: