Monday, June 21, 2010

Dua Pejabat Tala Jadi Tersangka

PELAIHARIÄ Ä © Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelaihari Kabupaten Tanah
Laut (Tala), menetapkan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan
Informatika (Dishubkominfo) Tala, dan Direktur Utama RS H Boejasin
Pelaihari sebagai tersangka dalam kasus yang berbeda.
Á ÁKadishubkominfo Tala, sebagai tersangka, karena terkait
masalah proyek penujukan langsung (PL) pengadaan pembuatan tugu
Bola Dunia sebagai salah satu tugu lambang jati diri sebuah
instansi pemerintahan tahun 2009.
Á Á"Untuk kasus di Dishubkominfo Tala, kita sudah minta ke BPKP
Kalselteng untuk mengetahui berapa perhitungan kerugian negara,
tetapi hasil dari BPKP belum turun," ujar Kasi Pidsus Kejari
Pelaihari, Anwar SH, Senin (21/6).
Á Á"Namun dari hasil penyidikan kita, kerugian negara
diperkirakan kurang lebih Rp50 juta dari anggaran di bawah Rp100
juta sesuai standar PL. Tersangkanya SF," tambahnya.
Á ÁSedang ditetapkannya Direktur Utama RS H Boejasin Pelaihari,
sebagai tersangka, karena terkait masalah adanya dugaan indikasi
penyimpangan pendapatan hasil klaim Askes.
Á ÁBerdasarkan hasil audit BPK RI 2007 LHP 2008 lalu, telah ada
pelanggaran yang diduga adanya penyimpangan pendapatan klaim Askes
di Rumah Sakit H Boejasin Pelaihari. Dari hasil penyimpangan itu
ada sekitar Rp1,9 miliar kerugian negara.
Á ÁKasi Pindsus Anwar SH mengatakan, ditetapkannya
Kadishubkominfo Tala sebagai tersangka, karena terkait dugaan markªup proyek pengadaan pembuatan tugu Bola Dunia Tahun 2009.
Á ÁSedangkan Direktur Utama RS H Boejasin Pelaihari sebagai
tersangka, karena terkait masalah adanya dugaan indikasi
penyimpangan pendapatan hasil klaim Askes.
Á ÁKasus di RS H Boejasin Pelaihari masih dalam peyidikan dengan
penambahan materi, karena ada tiga direktur yang bakal jadi
tersangka dalam kasus ini, sehingga akan displit menjadi tiga. Tiga
Direktur RS H Boejasin Pelaihari yang menjadi tersangka kasus ini
yaitu dr YK, dr TF dan AB. Ã Ãcan/adi

No comments: