Thursday, June 17, 2010

Dika Dinyatakan Sakit Jiwa Berat

BANJARMASINÄ Ä © Dika (18), tersangka kasus pembunuhan terhadap ibu
kandung, setelah diobservasi oleh tim dokter Rumah Sakit Jiwa (RSJ)
Sambang Lihum disimpulkan mengalami sakit jiwa berat.
Á Á"Kita sudah menerima hasil kesimpulan dari tim dokter ahli
kejiwaan bahwa Dika mengalami sakit jiwa berat sehingga tidak bisa
mempertanggungjawabkan perbuatannya," cetus Kasat I Krimum Dit
Reskrim Polda Kalsel AKBP Helfi Assegaff, Kamis (17/6).
Á ÁBerdasarkan surat yang diatndatangai Direktur RSJ Sambang
Lihum dr Asyikin, tertanggal 15 Juni 2010, Dika dinyatakan
mengalami gangguan jiwa berat. Kedua, pada kondisi demikian, Dika
tidak dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya dan ketiga, Dika
mesti mendapat terapi pengobatan secara rutin di RSJ.
Á Á"Meski demikian, kasusnya tetap kita ajukan ke kejaksaan dan
diteruskan ke pengadilan. Dalam sidang nanti, kita akan ajukan
saksi ahli juga. Selanjutnya, keputusan ada di tangan hakim,"
bebernya.
Á ÁDika sebenarnya diobservasi sejak tiga pekan lalu, atau sejak
Sabtu (22/5). Namun, selama itu, Dika tidak bisa atau tidak mau
menjawab soal tes kejiwaan. Di samping itu, Dika kerap bertindak
kasar terhadap pembezuk meski itu keluarganya sendiri.
Á ÁKeanehan Dika memang diakui oleh kuasa hukum Dika, Ahmadi SH.
Dikabarkan pula, Dika sempat menyerang ayah kandungnya ketika
membezuknya di RSJ Sambang Lihum, beberapa waktu lalu.
Á ÁSebagaimana diketahui, Dika (18) membunuh Darmatasiah (37)
yang merupakan ibunya sendiri di rumah dinas Kompleks Brimob, Jl
Kenanga RT 1 RW 1 Guntung Payung Banjarbaru, pada Kamis (20/5)
malam sekitar pukul 20.00 Wita.
Á ÁKorban yang merupakan istri seorang anggota Brimobda Kalsel
Bripka Agung W, mengalami luka tak beraturan di bagian kepala
hingga otaknya berhamburan dan kedua tangan putus akibat sabetan
mandau tersangka.Ã ÃÄ Ä
Á ÁSebelumnya, korban sempat mengajak anaknya itu untuk shalat
berjamah di masjid tak jauh dari rumah. Mereka berdua berangkat ke
masjid untuk shalat maghrib berjamah, dilanjutkan mengaji, dan
selanjutnya shalat isya.
Á ÁKorban usai shalat kemudian pulang duluan, sementara Dika
masih bersalam©salaman dengan sesama jamaah shalat.
Á ÁSesampai di rumah, korban diduga beristirahat di kamar. Meski
rebahan, korban masih berdzikir dan wiridan. Dika kemudian datang
ke rumah, namun langsung ke pemandian untuk mengambil air wudhu.
Á ÁDiduga, Dika mesti berwudhu lagi, karena wudhu yang pertama
batal setelah buang angin (belakangan diketahui wudhu berulangªulang). Selepas itulah diduga Dika mengambil senjata tajam jenis
mandau dan langsung menghampiri ibu yang telah melahirkannya itu.
Á ÁEntah kenapa, Dika diduga secara membabi©buta mengayunkan
mandau itu ke arah ibunya yang sedang rebahan sedang berdzikir.
Korban tewas di TKP dengan mata luka yang mengerikan. Ã Ãadi

No comments: