Tuesday, June 8, 2010

Dewan Jadi Terpidana Bisa Dipecat

BANJARMASINÄ Ä © Ketua KPU Provinsi Kalsel, Drs Mirhan dengan gamblang
menegaskan bahwa seorang anggota dewan yang menjadi terpidana
apalagi terlibat pidana yang ancaman hukumannya lima tahun atau
lebih bisa dipecat dan dicopot dari jabatannya.
Á ÁSelasa (8/6), Mirhan mengatakan hal tersebut ketika ditanyakan
sehubungan adanya dua oknum anggota dewan yang sudah menjadi
terpidana dengan hukuman yang sudah memiliki kekuatan hukum yang
tetap, yakni H Rusli di DPRD Banjar dan Irwan Hamdi di DPRD Tanbu.
Á ÁH Rusli divonis tiga bulan oleh PN Martapura yang kemudian
diperkuat oleh MA dengan penolakan peninjauan kembali (PK). Ia
terlibat illegal logging. Sedangkan Irwan Hamdi alias Alui divonis
setahun oleh PN Banjarmasin karena terlibat narkoba.
Á ÁMenurutnya, untuk memproses pemecatan ada Badan Kehormatan di
dewan setempat yang berhak merekomendasikannya sebagaimana
ketentuan dalam UU No 12 Tahun 2008 dan UU No 27 Tahun 2009.
Á ÁSementara itu, terkait H Rusli, anggota KPUD Banjar, Manhuri
mengatakan bahwa kalau memang H Rusli sudah inkrah vonisnya, maka
masalah pelengserannya tergantung dari DPRD Banjar melalui Badan
Kehormatan DPRD Banjar.
Á Á"Namun, biasanya, Badan Kehormatan mesti mendapat laporan atau
informasi dari masyarakat. Badan Kehormatan melakukan investigasi
dan pemeriksaan. Kemudian, setelah cukup bukti untuk pelengseran,
Badan Kehormatan membawanya ke paripurna dewan. Selanjutnya, dewan
menyurati KPUD Banjar untuk mempersiapkan pergantian antar waktu
(PAW)," bebernya.
Á ÁDisinggung tudingan LSM Pemerhati Suara Masyarakat Borneo
(PSMB) bahwa KPUD Banjar telah ceroboh ketika menerima pencalonan
H Rusli dalam Pemilu Legislatif 2009, sementara H Rusli sudah
memperoleh hukuman berkekuatan hukum tetap dari PN Martapura, 19
Maret 2008, Manhuri menepisnya.
Á Á"Kami sudah berkonsultasi dengan KPU Provinsi Kalsel, H Rusli
kami ikutsertakan dalam pemilu karena dia masih melakukan upaya
hukum, yakni mengajukan PK ke MA. Dari penafsiran kami, kecuali
upaya hukum yang dilakukan H Rusli sudah habis, maka kami tentu
tidak akan meloloskannya dalam pencalonan itu," imbuhnya.
Á ÁPadahal, menurut Dharma Jaya, aktivis PSMB, dalam praktik
hukum, jika terdakwa divonis di tingkat peradilan pertama atau
pengadilan negeri, kemudian menerima vonis dan tidak banding, maka
status vonis sudah memiliki kekuatan hukum yang tetap.
Á ÁDharma berniat mengadukan ketua dan anggota KPUD Banjar ke
Polda Kalsel karena sudah melanggar kewenangannya serta tidak
melakukan verifikasi dengan benar.
Á ÁMenanggai ancaman PSMB, Manhuri mengatakan siap menghadapi
konsekusnsi hukum, meski sampai ke pengadilan. "Silakan saja kalau
mau dipolisikan, kita siap sampai ke pengadilan," ucapnya.
Á ÁPutusan MA No 67 PK/Pid Sus/2009 yang diterima PN Martapura
tanggal 12 Mei 2010, H Rusli, warga Desa II RT 02 Cintapuri
Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar ditolak PK©nya. H Rusli
tetap dihukum tiga bulan karena terbukti melanggar pasal 78 ayat
(5) jo pasal 50 ayat (3) huruf f UU No 41 Tahun 1999 tentang
Kehutanan jo Permenhut No P.55/Menhut©II/2006 tanggal 26 Agustus
2006.
Á Á Politisi ini lantas dilimpahkan ke pengadilan dan didakwaÔ h) 0*0*0*° ° Ô memiliki 30 buah ulin dalam bentuk pelat, 76 buah jenis balokan
ukuran 18 cm x 2 cm x 4 m dan enam buah ukuran 10 cm x 7 cm x 4 m
secara ilegal. Ã Ãrds/adi

1 comment:

Anonymous said...

Bang, tolong dikawal itu perkara pemerasan HBI yang dilakukan oleh oknum Narkoba Polda Kompol Yudi dan empat anak buahnya, yang ditangani Reskrim Polda. Sampai saat ini tidak ada kabarnya bahkan informasi dikaburkan oleh pimpinan2 nya. Masa tindak pidana pemerasan dalam jabatan yakni TIPIKOR kok dilewatkan begitu saja ?. Juga perkara pemerasan dan rekayasa penyidikan yang dilakukan oleh Narkoba Polres Banjarbaru dgn TKP Balitra Jaya, TSK nya yang semula empat orang menjadi satu saja yakni H. IYUS / Yusriansyah serta barang buktinya satu paket shabu digelapkan pemeriksanya. tolong investigasi dan blow up bang biar kerja polisi gak gitu2 aja. Bravo Mata Banua dan untuk abang. terima kasih