Tuesday, June 22, 2010

Dansil III Tiga Terdakwa Divonis 1 Tahun

 
BANJARMASINÄ Ä © Tiga terdakwa mantan anggota DPRD Kota Banjarmasin,
yakni M Arsyad, Endah Trimororibut, dan Ismail Anwar divonis 12
bulan atau satu tahun penjara pada sidang lanjutan Dansil III di
Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Selasa (22/6).
Á ÁSidang yang dipimpin ketua majelis hakim Agung Wibowo SH,
ketiga terdakwa dikenakan pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 ayat (1) UU
31 Tahun 1999 jo pasal 55 ayat (1) ke©1 jo pasal 64 KUHP. Ditambah
dakwaan subsider, yaitu pasal 3 jo pasal 18 ayat (1) huruf b UU
Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 KUHP.
Á ÁTiga mantan wakil rakyat ini juga harus membayar denda Rp50
juta subsider tiga bulan kurungan.
Á ÁBahkan hakim memerintahkan agar M Arsyad dan Ismail Anwar
membayar uang pengganti Rp170 juta, dengan batas waktu selama
sebulan. Jika tidak mampu membayar maka harta benda disita. Jika
harta tak punya maka akan mendapat tambahan kurungan 10 bulan.
Á ÁSementara Endah Trimororibut harus mengembalikan Rp65 juta,
hakim mewajibkan untuk membayar ganti rugi atau sisanya Rp105 juta.
Jika tak mampu bayar maka dapat "bonus" hukuman delapan bulan
kurungan.
Á ÁPutusan sidang Dansil III ini justru lebih ringan dari
tuntutan jaksa dengan tuntutan satu setengah tahun, denda Rp50 juta
subsider enam bulan penjara.
Á ÁAtas putusan ini, ketiga terdakwa terlihat lemas dan pucat,
bahkan terdakwa M Arsyad protes atas putusan ganti rugi yang
dinilainya tak benar, karena uang tersebut telah dikembalikan Rp67
juta.
Á Á"Putusan ini tak bisa kami terima sebab uang pengganti sebesar
Rp67 juta sudah dikembalikan. Anehnya malah saya disuruh mengganti
biaya sebesar Rp170 juta. Ini membuat saya semakin bingung,"
katanya. Ã Ã
Idriansyah harus ditangkap
Ä ÄÁ ÁSalah satu mantan anggota DPRD Kota Banjarmasin masa bakti
1999©2004 mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin untuk
segera menangkap Idriansyah.
Á ÁMenurut Alex yang juga terdakwa kasus Dansil, Idriansyah
mantan anggota DPRD periode 1999©2004 yang terlibat kasus korupsi
juga ditangkap. Karena hingga kini mantan politisi dari Fraksi PDIP
itu tak tersentuh pihak kejaksaan.
Á Á"Kami minta keadilan, kenapa Idriansyah masih bebas dan tak
diproses. Ini tentu ada kejanggalan," kata Alex Muradi, Selasa
(22/6).
Á ÁAlex mengatakan, kejaksaan dinilainya kehilangan alamat
terdakwa jelas suatu alasan yang tak bisa dibenarkan. "Jika
kejaksaaan serius, tentu bisa ditelusuri ke DPRD Kota Banjarmasin
atau pihak lainnya. Kejaksaan bisa saja menetapkan terdakwa menjadi
DPO," katanya.
Á ÁAlex berharap, Idriansyah juga diproses karena sejak
Idriansyah menghilang enam tahun sejak kasus korupsi Dansil
mencuat, kejaksaan terkesan tak ada reaksi untuk mencari. "Jika tak
dilakukan proses seperti kami, jelas hal ini ada yang salah,"
katanya.
Á ÁBahkan Alex sudah melaporkan kecurigaan tersebut kepada Satgas
Mafia Hukum untuk segera diproses. "Kita sudah lapor ke SatgasÔ h) 0*0*0*° ° Ô Mafia Hukum," katanya.
Á ÁSementara itu, Kasi Pidsus Kejari Banjarmasin M Irwan ketika
dikonfirmasi soal ini beberapa waktu lalu mengakui, kalau pihaknya
kehilangan alamat Idriansyah. "Kita akan tetap mencari
Idriansyah," katanya. Ã Ãida/adi

No comments: