Tuesday, June 8, 2010

Briptu Agus Menyerahkan Diri

BANJARMASINÄ Ä © Oknum anggota Denma Polda Kalsel, Briptu Agus yang
diduga sebagai pelaku penganiayaan terhadap ladies Karaoke HBI,
Mika (24), menyerahkan diri. Ia secara intensif menjalani
interogasi oleh Bid Propam Polda Kalsel, Selasa (8/6).
Á ÁMenurut Kabid Propam AKBP Zuhdi Arrasuli, dari pengakuan
sementara Briptu Agus, ia memang sedang ribut dengan pacarnya,
Yana, juga seorang ladies.
Á Á"Yang bersangkutan mengaku terpaksa melayangkan pukulan karena
ia juga dipukuli oleh sejumlah tamu di room 312 Karaoke HBI, Minggu
(6/6) dini hari itu. Jadi ia mengaku tidak menyadari telah memukul
korban," terangnya.
Á ÁMeski demikian, mantan anggota Sat I Dit Narkoba Polda Kalsel
ini terancam hukuman disiplin. "Yang jelas dia akan kita kenakan
hukuman disiplin. Mengenai apakah akan menjalani sidang kode etik,
kita tunggu bagaimana hasil sidang pidana di peradilan umum," beber
Zuhdi.
Á ÁBriptu Agus kembali bikin ulah. Meski kasus pemerasan yang
melibatkannya bersama empat rekannya masih belum kelar dan ia masih
berstatus tahanan kota, ia diduga mengamuk dan memukuli seorang
ladies Karaoke HBI, Mika di room 312, Minggu (6/6) dini hari.
Á ÁAkibat amukan itu, wajah cantik Mika (23), menjadi lebamªlebam. Tak terima dengan tindak penganiayaan itu, Mika melaporkan
kasus tersebut ke Sat Reskrim Poltabes Banjarmasin malam itu juga.
Á ÁBriptu Agus yang pernah bertugas di Sat I Dit Narkoba Polda
Kalsel dan kini dimutasi ke Denma Polda Kalsel itu diduga emosi
karena cemburu, sang pacar yang berinisial Yana (24) yang juga
berprofesi sebagai ladies di sana, di©booking orang lain.
Á ÁKasat Reskrim Poltabes Banjarmasin, Kompol Suhasto mengakui
telah menerima laporan dari korban penganiayaan. Mika bahkan sempat
dirawat di RS Bhayangkara untuk mengobati luka©lukanya.
Á ÁBriptu Agus sebenarnya masih berstatus tahanan kota akibat
terlibat melakukan pemerasan terhadap enam warga ketika ia bertugas
di Sat I Dit Narkoba Polda Kalsel, beberapa bulan lalu.
Á ÁBersama rekan©rekannya, Briptu TR, Briptu HR, dan Briptu X,
serta komandan mereka, Kompol YC, kelima tersangka ini melakukan
pemerasan terhadap enam orang warga dituduh mereka sebagai pemakai
sabu.
Á ÁBahkan, enam orang warga itu sempat disekap di salah satu
kamar hotel HBI sambil mengancam akan memenjarakan para warga jika
tidak menyerahkan uang pelicin. Kabarnya, tiap orang warga dikenai
ongkos bebas Rp30 juta.
Á ÁTakut dipenjara, enam warga yang sebenarnya tidak terbukti
berpesta sabu ini mau saja dimintai uang. Alhasil, transfer
terlarang pun dilaksanakan.
Á ÁKonon, saat beraksi memeras, kelima oknum itu mengaku dari
Resmob Dit Reskrim Polda Kalsel, sehingga para anggota Resmob yang
mendengar pengaduan warga yang terima keluarganya diperas, lalu
menggerebek kamar penyekapan.
Á ÁSempat terjadi ketegangan, beruntung pihak Bid Propam Polda
Kalsel cepat bertindak. Lima oknum itu dimutasi, Kompol YC ke Biro
Personil, sementara Briptu Agus bersama, Briptu TR, Briptu HR dan
Briptu X dimutasi ke Denma Polda Kalsel sambil menunggu proses
hukum pidana 368 KUHP. Ã Ãadi

No comments: