Monday, June 21, 2010

Banding Maskamian Tinggal Putusan

BANJARMASINÄ Ä © Upaya banding vonis satu tahun dari Ir Hj Maskamian
Anjam, Kepala Dinas Peternakan Provinsi (Kadisnak) Kalsel yang
didakwa melakukan pelaksanaan proyek fiktif pengadaan bantuan sapi
dan mobil pengangkut ternak senilai Rp190.620.000 tinggal menunggu
putusan dari hakim yang menangani kasus ini.
Á Á"Banding yang dilakukan Maskamian Anjam masih dilakukan
pendalaman dan telaah. Dalam waktu dekat akan keluar putusannya,"
kata Rajidi Noor SH, Panitera Muda Pidana Pengadilan Tinggi Kalsel,
Senin (21/06).
Á ÁMenurut Rajidi, berkas banding yang telah didaftarkan ke
Pengadilan Tinggi Nomor 51/Pidsus/2010/PT/BJM terus dilakukan
pendalaman. "Jadi secepatnya akan kita putuskan," katanya singkat.
Á ÁSeperti diketahui, Kadisnak Kalsel, Maskamian Anjam divonis
satu tahun penjara dan denda Rp50 juta. Terdakwa dinyatakan
bersalah dalam kasus tindak pidana korupsi proyek mobilisasi
penyebaran sapi ternak Brahman Cross di Kalsel.
Á ÁVonis yang dijatuhkan majelis hakim pimpinan Dwi Prapti
Maryudianti dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Banjarbaru,
Selasa (30/3), lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU)
sebelumnya, 15 bulan penjara, subsider kurungan tiga bulan dan
denda Rp50 juta.
Á ÁBahkan kuasa hukum Maskamian Anjam, Gianto SH kala itu
menegaskan, pihaknya akan melakukan banding terhadap vonis majelis
hakim tersebut.
Á Á"Kami menolak putusan majelis hakim dan akan melakukan
banding, karena kami merasa klien kami tidak bersalah," katanya.
Á ÁGianto menegaskan, kliennya tidak mengetahui adanya kegiatan
penyebaran ternak sapi Brahman Cross dan kegiatan pengendalian
penyakit hewan dan keamanan pangan yang dinilai berbau korupsi
tersebut.
Á ÁSelain Maskamian, tiga pejabat Disnak Kalsel, masing©masing
Taberanie (Kabag Keuangan), Sulhan Yuseran (Kabag Tata Usaha) dan
Nufrin Yapada (pelaksana lapangan) juga menjadi terdakwa dalam
kasus ini.
Á ÁKasus tindak pidana korupsi ini bermula dari adanya proyek
pengadaan sewa sarana mobilitas darat untuk pengendalian penyakit
hewan dan keamanan pangan sebesar Rp97.200.000, serta sewa mobil
untuk penyebaran hewan ternak Brachman Cross sebesar Rp93.420.000
pada 2008.
Á ÁKenyataannya, proyek tersebut fiktif tetapi dananya dicairkan.
Total keseluruhan, dugaan penyimpangan dana APBD dari kedua
kegiatan tersebut sebesar Rp190.620.000. Ã Ãida/adi

No comments: