Tuesday, June 15, 2010

Asmuni Resmi Ditahan

BANJARMASINÄ Ä © Cukup bukti melanggar pasal 158 UU No 4 Tahun 2009
tentang Pertambangan dan Minerba, Asmuni resmi ditahan oleh
penyidik Dit Reskrim Polda Kalsel.
Á Á"Setelah kita lakukan pemeriksaan, tersangka cukup bukti
melanggar pasal 158 UU No 4 Tahun 2009. Kini, ia sudah kita tahan
sejak Senin (14/6) sore kemarin," jelas Kasat I Krimum Dit Reskrim
AKBP Helfi Assegaff, Selasa (15/6).
Á ÁDitanya apakah akan ada tersangka lainnya, Helfi mengatakan
masih memerlukan penyidikan lebih mendalam lagi. "Indikasi itu ada,
namun kita masih perlu memperdalam penyidikan," tukasnya.
Á ÁAsmuni (46), warga Jl MGR RT 23 Selong RT 10 No 18 Desa Sungai
Danau Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) ini diduga
melakukan penambangan tanpa izin (peti) di kawasan tambang PT
Arutmin, pemilik izin PKP2B di Kecamatan Satui.
Á ÁPria kelahiran Kandangan ini, berdasar Sprint No:
SP.Han/27.1/VI/2010/Dit Reskrim yang ditadatangani oleh Helfi atas
nama Dir Reskrim, ditahan sejak 14 Juni 2010 sampai 3 Juli 2010,
alias selama 20 hari untuk kepentingan penyidikan. Sewaktu©waktu
penahananya bisa diperpanjang jika diperlukan.
Á ÁTersangka kepada wartawan mengakui, dirinya lebih dari 10 hari
menambang di kawasan Arutmin dengan modal kerja Rp35 juta, termasuk
untuk operasional dan menyewa dua eksavator.
Á Á"Menyewa alat berat itu dari seseorang di Martapura. Tapi
belum sempat menjual batubara, saya keburu ditahan," aku Asmuni.
Á Á1.600 metrik ton (MT) batubara curian itu sempat dikumpulkan
di pelsus PT Binuang Jaya Makmur (BJM) di Sungai Cuka.
Á ÁAsmuni mengatakan, penumpukan batubara di BJM atas
sepengetahuan anak buah H Rudy, pengelola pelsus. "Saya pikir, H
Rudy mengetahui juga akalau saya menyewa tempat penumpukan itu.
Tapi, antara saya dengan H Rudy sebatas saya menyewa tempatnya,
bukan kerja sama jual beli batubara itu," sanggahnya.
Á ÁAdapun sewa tempat itu adalah senilai Rp10.000/ton. "Saya
menyewa tempat itu secara lisan melalui anak buah H Rudy," tambah
tersangka.
Á ÁIa mengaku memang berniat menjual batubara itu keluar Kalsel,
meski mengetahui usahanya itu terbilang ilegal.
Á ÁSebelumnya, Asmuni, tersangka pencurian batubara di lahan
milik PT Arutmin di kawasan Sungai Cuka, Kecamatan Satui, Kabupaten
Tanah Bumbu (Tanbu) menghadiri panggilan penyidik, Senin (14/6).
Á ÁH Rudy, pengelola pelabuhan khusus PT BJM di Sungai Cuka
menurut Helfi masih sebatas saksi, meski batubara hasil curian
ditumpuk di pelsus BJM.
Á ÁH Muhidin, diduga pemilik BJM ketika dikonfirmasi soal ini
mengaku belum mengetahui, karena sedang berada di Jakarta. "Saya
lagi di Jakarta, soal itu saya belum tahu," tukasnya singkat.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒÁ ÁSejumlah barang bukti seperti sembilan buah truk kini
dititipkan di Pos PJR Satui dan diberi garis polisi. Demikian juga
batubara sebanyak 1.600 MT di pelsus BJM sudah disita polisi.
Uniknya, penambangan ilegal ini hanya berjarak 100 meteran dari Pos
PJR.
Á ÁSebanyak 1.600 MT batubara yang diduga kuat milik PT Arutmin
Indonesia yang dicuri oknum tertentu, disita petugas Jatanras Sat
I Krimum Dit Reskrim Polda Kalsel, Rabu (9/6) dini hari.
Á ÁArea penumpukan batubara curian tersebut berada di Pelsus
Sungai Cuka, Kabupaten Tanbu. Selain tumpukan batubara sekitar 13
meter persegi itu, polisi juga menyita sembilan buah truk yang ada
di sekitar lokasi, tiga di antaranya masih berisi muatan batubara.
Á ÁÃ ÃÄ ÄSementara itu, kuasa hukum PT Arutmin, Abdul Hakim SH
mengatakan, dari penyelidikan yang dilakukan pihaknya, H Asmuni
didukung anak buahnya sudah hampir sebulan mengeruk batubara dari
tiga titik yang masih masuk kawasan PKP2B Arutmin di Desa Sungai
Cuka. Ã ÃadiÄ Ä

dalam sub berita ini muatkan foto Helfi Assegaff

à ÃDirekomendasikan Oleh Oknum Arutmin
INDIKASIÄ Ä bahwa ada orang dalam PT Arutmin yang ikut bermain dalam
pengerukan batubara secara ilegal di tambang milik Arutmin semakin
menguat.
Á ÁSelasa (15/6), sesuai pengakuan tersangka Asmuni, dirinya
berani menambang di tiga titik tambang masuk kawasan tambang
Arutmin, setelah berkordinasi dengan seorang petinggi Arutmin.
Á Á"Sebelum menambang, saya sudah memperoleh rekomendasi secara
lisan oleh STM, orang Arutmin sendiri. Makanya saya berani
menambang di situ," akunya.
Á ÁKemungkinan, Asmuni akan berbagi keuntungan dengan oknum STM
jika berhasil menjual batubara curian dari tambang Arutmin
tersebut.
Á ÁSementara Kasat I Krimum Dit Reskrim AKBP Helfi Assegaff
mengakui, dari hasil pemeriksaan sementara terhadap tersangka,
diduga ada keterlibatan orang dalam Arutmin, sehingga Asmuni bisa
dengan mulus mengeruk batubara secara ilegal di lahan milik
Arutmin.
Á Á"Memang ada dugaan ke arah orang dalam, namun ini masih
memerlukan pembuktian. Ke depan, kami jga akan memanggil sejumlah
nama untuk dimintai keterangan," aku Helfi.
Á ÁHelfi tidak membantah kalau kemungkinan bakal ada lagi
tersangka selain Asmuni. "Untuk sementara, kita masih menetapkan
satu orang tersangka, yakni As, namun bisa saja ada tersangka
lagi," cetusnya. Ã Ãadi

No comments: