Thursday, May 13, 2010

Waket DPRD Tanbu Divonis 1 Tahun

BANJARMASINÄ Ä © Dua terdakwa penikmat sabu, satu di antaranya Wakil
Ketua (Waket) DPRD Tanah Bumbu (Tanbu) Irwan Hamdi alias Aluy
(54), dan temannya Bobby (34) akhirnya divonis masing©masing satu
tahun penjara oleh majalis hakim Pengadilan Negeri (PN)
Banjarmasin, Rabu (12/5).
Á ÁVonis itu lebih ringan tiga bulan dari tuntutan jaksa penuntut
umum (JPU) Ariyanti yang sebelumnya menuntut 15 bulan.
Á ÁAtas vonis hakim ini terdakwa menyatakan menerima. Bahkan
kedua tersangka disarankan untuk terus menjalani perawatan di RS
Sambang Lihun, akibat ketergantungannya terhadap narkoba.
Á ÁKeduanya dianggap bersalah karena telah melanggar pasal 132
ayat (1) jo pasal 112 ayat (1), dan pasal 127 ayat (1) huruf a UU
No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Á ÁKronologis penangkapan kedua terdakwa, mereka ditangkap oleh
Sat II Dit Narkoba Polda Kalsel di sebuah hotel di bilangan Jl A
Yani Banjarmasin, mereka bersama©sama mengonsumsi narkoba jenis
sabu.
Á ÁKetika keduanya memasuki sebuah hotel telah dicurigai oleh
petugas dari Dit Narkoba Polda Kalsel. Kecurigaan ini bertambah
kuat ketika dilakukan penggeledahan di mana keduanya menginap
ditemukan barang terlarang yang telah mereka konsumsi.
Á ÁMereka tambah tak berkutik, ketika penggeledahan tersebut
ditemukan satu paket sabu seberat 0,57 gram serta peralatan untuk
menyabu terdiri dari sebuah pipet kaca, sebuah bong dan dua kompor
kecil yang diletakkan di kamar mandi.
Á ÁSebelumnya, Irwansyah, warga Satui yang juga pentolan salah
satu LSM di Tanbu mempertanyakan tentang kebenaran bahwa oknum
Waket DPRD Tanbu tersebut adalah pecandu sabu, sehingga mengantongi
keterangan dari dr Budi tentang ketergantungan narkoba.
Á Á"Kami mempertanyakan tuntutan jaksa yang menangani kasus ini.
Semestinya mereka memahami dulu apa yang tertulis dan dimaksud pada
pasal 127 UU No 35 Tahun 2009, kemudian pahami kembali pasal 54 dan
pasal 55," ucapnya.
Á ÁMenurutnya, apakah memenuhi syarat atau layak©tidaknya orang
seperti Waket DPRD Tanbu ini, wajiblah diperiksa catatan atau
riwayat medisnya. Mengingat saat pemilihan legislatif, KPU Tanbu
menggolkannya sebagai anggota legislatif, dan bahkan dinyatakan
bersih dari ketergantungan narkotika berdasarkan keterangan tim
dokter yang diserahkan ke KPU.
Á Á"Hanya saja, dalam acuan UU Narkotika tersebut di salah satu
pasalnya, disebutkan bagi siapa saja yang ketergantungan narkotika
minimal dalam kurun waktu dua tahun (salah satu syarat kartu
ketergantungan), wajib melaporkannya kepada instansi kesehatan yang
ditunjuk pemerintah," tukasnya. Ã Ãida/adi

No comments: