Wednesday, May 5, 2010

Tersangka Korupsi Setwan Batola Diserahkan

BANJARMASINÄ Ä © Setelah berkas sudah lengkap alias P©21, pihak Sat
III Tipikor Dit Reskrim Polda Kalsel secara resmi menyerahkan
tersangka, HR bersama berkas pemeriksaan dan barang buktinya ke
pihak Pidsus Kejati Kalsel dalam penyerahan tahap dua, Selasa
(4/5).
Á ÁDir Reskrim Kombes Pol Achmat Juri melalui Kasat III Tipikor
Dit Reskrim AKBP Yusron membenarkan bahwa pihaknya sudah
menyerahkan tersangka dugaan korupsi di Setwan Batola 2008 lalu,
yakni HR.
Á Á"Tadi, tersangka bersama barang bukti kita serahkan kepada
Pidsus Kejati Kalsel dalam penyerahan tahap dua," terang Yusron.
Á ÁSebelumnya, berkas kasus korupsi di Setwan DPRD Batola senilai
Rp585 juta dengan tersangka HR ternyata sudah dianggap lengkap
alias P©21 oleh Kejati Kalsel..
Á ÁMenurut Yusron yang baru saja bersekolah ke Lembang, Jabar
ini, HR sejak dijadikan tersangka dan ditahan 29 Maret 2010 lalu,
memang secara intensif terus menjalani pemeriksaan, sehingga berkas
pemeriksaan bisa kelar dengan cepat.
Á ÁSat III Tipikor menjadikan HR, mantan Bendahara Setwan DPRD
Batola sebagai tersangka tunggal kasus penyimpangan dana perjalanan
dinas dewan selama 2008 lalu.
Á ÁLaporan pertanggungjawaban perjalanan dinas, diduga dibuat
secara fiktif oleh HR, sehingga total anggaran senilai Rp628 juta
itu dikorup oleh HR dan negara dirugikan sekitar Rp585 juta.
Á Á HR sendiri yang semula menjadi Bendahara Setwan DPRD Batola,
setelah ada permasalahan keuangan itu, oleh Pemkab Batola kemudian
dipindah ke bagian staf di lingkup Pemnkab Batola.
Á ÁNamun, akibat kasus ini dan jika terbukti bersalah di
pengadilan, bisa saja karir HR tamat dan diberhentikan sebagai PNS.
à ÃPenyimpangan di Unlam
Á ÁÄ ÄTerkait dugaan penyimpangan bantuan melanjutkan pendidikan S2
dan S3 di lingkup Unlam Banjarbaru, pihak Tipikor Polda masih dalam
tahap mengumpulkan dokumen maupun berkas©berkas yang dianggap
berkaitan.
Á ÁMenurutnya, kasus ini masih penyelidikan, dan masih jauh kalau
langsung menduga ada penyimpangan maupun tersangkanya. Pihaknya
mesti hati©hati mengungkap kasus ini. Semua didasarkan azas praduga
tak bersalah sesuai prinsip yuridis.
Á ÁDari informasi, sejumlah dokumen dan berkas di Fakultas
Perikanan, Fakultas Kehutanan dan Fakultas Teknik yang berada di
Banjarbaru dikumpulkan oleh polisi guna kepentingan penyelidikan,
mengungkap kasus ini. Tak menutup kemungkinan, para dosen yang
memanfaatkan dana bantuan akan dimintai keterangan, termasuk
petinggi Unlam.
à ÃTersangka korupsi irigasi batal ditahanÄ Ä
Á ÁSementara itu, dilaporkan dari Pelaihari, tersangka kasus
korupsi proyek irigasi penebasan rumput tahun 2004 hingga
merugikan negara sebesar Rp259.652.640, HM Ramli, mantan Plt Kabid
Kebersihan PU Tala resmi jadi tersangka. Namun tak lantas ia
langsung menjalani penahanan seperti layaknya tersangka tipikor
lainnya.ŒÁ ÁAlhasil hal tersebut membuat sejumlah kalangan masyarakat
pempertanyakan perihal tersebut. Mengapa demikian?.
Á ÁKetua LSM Merah Putih M Hardiansyah mengatakan mestinya
tersangka tersebut langsung ditahan sebab statusnya sudah menjadi
tersangka. Namun kembali ia menyerahkan ke proses hukum.
Kemungkinan hal tersebut ada pertimbangan pihak kepolisian.
Á ÁSebab jika tanpa alasan, kata dia, itu jelas mencederai
demokrasi keadilan masyarakat dalam penganan hukum tipikor.
Á ÁKapolres Tala AKBP Drs R Firdaus Kurniawan SIK mengatakan,
terkait perihal tersebut, pihaknya sudah melakukan pertimbangan.
"Kita atas dasar adanya permohonan penangguhan penahanan dari pihak
keluarganya, di mana kesehatan tersangka yang semakin hari semakin
drop. Berdasarkan surat dari dokter, tersangka dinyatakan mengidap
penyakit diabetes melitus tahap II yang mengharuskan tersangka
dirawat jalan. Kondisinya saat di dalam tahanan lemah dan pucat,
maka surat penangguhan penahanan kita setujui," katanya.
Á ÁSaat berada di dalam tahanan, tersangka dalam keadaan sakit
dengan muka pucat. Berdasarkan kenyataan itulah pihak kepolisian
tidak menjamin, kalau terjadi sesuatu terhadap tersangka sehingga
disetujui penagguhan penahanan tersebut.
Á ÁSelain itu, lanjut Firdaus, kondisi tersangka juga diperkuat
olek jaminan dari Bupati, Kepala Dinas PU, termasuk surat dukungan
dari catatan medik yang dijelaskan dr H Afrianto, tersangka
mengidap penyakit diabetes melitus tipe II yang mengharuskan
tersangka dirawat jalan.
Á Á"Pokoknya yang menyangkut kasus tindak pidana korupsi,
kepolisian tidak ada toleransi atau pandang bulu," tegas Kapolres
Tala ini.Ã Ã can/adi

No comments: