Sunday, May 30, 2010

Terdakwa Kasus 1 Kg SS Minta Bebas

BANJARMASINÄ Ä © Pada sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN)
Banjarmasin, Kamis (27/5) kemarin atas perkara kepemilikan sabu 1
kg dengan terdakwa Naga Sariawan Cipto Rimba alias Liong Liong
(34), warga Jl Manggis No 2 RT 21 Kelurahan Kebun Bunga Banjarmasin
Timur, terdakwa minta bebas.
Á ÁDi depan majelis hakim yang dipimpin M Irfan SH MH, terdakwa
yang didampingi penasehat Hhkum Akhmadi SH menyatakan, dakwaan
jaksa penuntut umum (JPU) batal demi hukum. Hakim harus membebaskan
terdakwa dari dakwaan JPU, mengeluarkan terdakwa dari tahanan sejak
putusan ini diucapkan, dan membebankan biaya perkara kepada
negara.
Á Á"Kami berharap hakim bisa menerima eksepsi kami ini
seluruhnya," kata Akhmadi di hadapan Majelis hakim.
Á ÁDalam eksepsi, kuasa hukum terdakwa menyampaikan bahwa
kewenangan untuk mengadili perkara ini adalah PN Martapura bukan
kewenangan dari PN Banjarmasin, karena tempat kejadian perkara
(TKP) adalah Kabupaten Banjar.
Á ÁDikatakannya pula, kalau tujuan pengiriman adalah Toko Putra
Jaya Motor sedangkan nama toko terdakwa Toko Putra Mas Jaya Motor.
Artinya alamat dan barang bukti tersebut tidak bertujuan ke alamat
terdakwa. Atau pada intinya alamat kardus yang dikirim berbeda.
Á Á"Sehingga baik dakwaan primer dan subsider mengandung cacat
hukum, dan dakwaan haruslah batal demi hukum," jelasnya.
Á ÁDalam eksepsi tersebut terdakwa melalui penasehat hukumnya
juga menolak dakwaan JPU. "Demi menjunjung HAM dan azas praduga tak
bersalah, dakwaan itu kami kira batal demi hukum," katanya.
Á ÁUsai pembacaan eksepsi, hakim M Irfan menanyakan apakah ada
tambahan dari terdakwa. Terdakwa Liong yang tadinya hanya diam
menjawab tidak ada. Sidang sendiri masih akan berlanjut pada minggu
depan, dengan agenda tanggapan jaksa atas eksepsi yang diajukan
terdakwa.
Á ÁKronologis kejadiannya, pada Selasa 22 Desember 2009 sekitar
pukul 16.00 Wita bertempat di Toko Putra Jaya Motor Jl A Yani Km 7
RT 4 Kelurahan Kertak Hanyar, terdakwa kalau itu secara tanpa hak
atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli,
menjadi perantara dalam jual beli, menukar menyerahkan atau
menerima narkotika golongan I beratnya di atas 5 gram.
Á ÁDiterangkan JPU, terdakwa pada tanggal 21 Desember 2009
sekitar pukul 14.15 Wita sebagaimana keterangan saksi Poli Purnama,
PNS Ditjen Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta dan tergabung dalam
Satgas BNN RI di bagian penyidik mencurigai adanya barang kiriman
kotak kardus dengan alamat pengirim Cahaya Motor Sawah Besar 44
dengan tujuan Banjarmasin melalui kiriman PT Adam Jaya Sakti.
Á ÁSetelah dilakukan pengetesan hasilnya positif mengandung
metamfetamina. Selanjutnya saksi Poli berkoordinasi dengan BNN
Pusat dan Dit Narkoba Polda Kalsel.
Á ÁPada hari Selasa 22 Desember 2009 pukul 16.00 Wita bertempat
di Toko Putra Jaya Motor Jl A Yani Km 7, petugas kepolisian
menyamar menjadi petugas PT Adam Jaya mengantarkan kiriman barang
berupa paket berbentuk kardus ditujukan ke toko Putra Jaya dan
diterima oleh terdakwa dan disimpan di meja kerja terdakwa.
Á ÁSelanjutnya petugas dari Dit Narkoba Polda Kalsel meminta
terdakwa untuk membuka barang kiriman yang baru diterimanya.Ô h) 0*0*0*° ° Ô Ternyata isi paket berisi sebuah kotak besi hitam merk Krisbow yang
berisi bungkusan plastik hitam berisi 10 paket sabu masing©masing
berat 99,0 gram, 108,9 gram, 110,1 gram, 105,8 gram, 106,1 gram,
108,8 gram, 108,9 gram dengan berat kotor 1,068,6 gram.
Á ÁOleh JPU Pranoto SH dan Cipi Perdana SH, terdakwa dijerat
telah melanggar dakwaan primer pasal 114 ayat (2) UU No 35 Tahun
2009 tentang Narkotika dan subsider pasal 112 ayat (2) UU No 35
Tahun 2009 tentang Narkotika. Ã Ãida/adi

No comments: