Thursday, May 20, 2010

Sanksi Dishut Tak Berdasar

BANJARMASINÄ Ä © Dengan alasan tidak melaporkan kegiatan bulanan,
Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel mengeluarkan surat kepada CV Pusat
Air di Alalak agar menghentikan kegiatan pelayanannya.
Á ÁTerang saja hal itu menimbulkan pertanyaan dari pihak CV Pusat
Air yang merasa setiap bulan telah melaporkan kegiatannya kepada
petugas pembinaan di Dishut Kalsel.
Á ÁRabu (19/5), H Maulana, pimpinan CV Pusat Air mengatakan,
semestinya Dishut Kalsel tidak arogan dengan begitu saja
mengeluarkan surat No 522/773/BPK/Dishut tertanggal 11 Mei 2010
itu.
Á Á"Kita selalu melaporkan kegiatan bulanan kepada pihak Dishut
Kalsel, meskipun tanggal pelaporan kadang di atas tanggal 5, karena
alasan yang masih masuk akal. Kita tentu keberatan dengan surat
ini," jelasnya.
Á ÁSemestinya, lanjut H Imau, Kadishut Kalsel Ir Suhardi terlebih
dahulu memberikan peringatan satu, dua dan tiga, sebelum
mengeluarkan surat penghentian kegiatan itu.
Á Á"Kan mereka punya tenaga pembina ke pengusaha©pengusaha
pemanfaatan hasil hutan. Nah, kenapa tidak dilakukan pembinaan atau
teguran melalui petugas ini, sehingga tiba©tiba ada surat ini,"
tuturnya.
Á ÁDitambahkan, setiap bulan CV Pusat Air bersama UD Alalak
Sakti, UD Kalaru dan CV Anugerah selalu melaporkan Laporan Mutasi
Kayu Bulat (LMKB) maupun Laporan Mutasi Kayu Olahan (LMKO) kepada
petugas terkait.
Á ÁNamun, hanya karena laporan terlambat beberapa hari, lantas
Dishut Kalsel melarang perusahaan itu untuk menerbitkan Faktur Kay
Olahan (Fa©KO) dan Faktur Kayu Bulat (Fa©KB).
Á Á"Ini sama saja dengan membuat puluhan tenaga kerja menjadi
pengangguran. Kita akan pertanyaan hal ini dengan aksi ke DPRD
Kalsel atau ke Gubernur Kalsel, atau kalau perlu ke Dishut Kalsel
langsung di Banjarbaru, insya Allah dalam waktu dekat ini,"
janjinya.
Á ÁH Imau mengatakan, pihaknya hanya ingin mengetahui apa maunya
Kadishut Kalsel sehingga secara sepihak tanpa melibatkan petugas
pembina di lapangan, justru mengeluarkan surat yang dinilainya
janggal itu.
Á ÁDisinyalir tidak hanya CV Pusat Air yang memperoleh surat
tersebut, karena ada juga UD Suliman dan UD Wahyu, meski kedua
perusahaan ini tidak diketahui kesalahannya apa saja. Ã Ãadi

No comments: