Tuesday, May 18, 2010

PU Kalsel Beri Klarifikasi

BANJARMASIN - Pihak Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kalsel melakukan klarifikasi terkait dugaan proyek "misterius" di Jl A Yani kawasan Banjarbaru, Senin (17/5).

Menurut Kabid Bina Marga Ir Martinus, proyek tersebut sama sekali "misterius" mengingat sebelum proyek telah dilakukan tender dan lelang. Begitu juga dalam pelaksanannya, ada kontraktor yang mengerjakannya.

"Sebenarnya mengenai papan merk proyek itu tanggung jawab kontraktor. Mungkin saja sudah dipasang, tapi terlindung. Tadi sudah kita tegur dan akan dipasang di tempat yang mudah terlihat," cetusnya.

Proyek itu sendiri, lanjutnya, merupakan bagian program pemeliharaan jalan nasional yang berada di bawah Satker Balai Jalan Wilayah VII Kalimantan yang juga berkoordinasi dengan PU Kalsel. Nilai proyek pemeliharaan Jl A Yani kawasan Banjarbaru adalah Rp4.082.000.000 dan dikerjakan oleh PT Pandji Bangun Persada.

"Proyek yang fiktif-fiktif itu tidak mungkin ada lagi. Kita tidak mungkin berani. Apalagi di era yang terbuka sekarang. Proyek dikerjakan malam hari, guna menghindari kemacetan lalu lintas saja," imbuhnya.

Dijelaskan, jalan nasional memang diproyeksikan kuat dan bertahan selama lima tahun. Namun, selama lima tahun itu, tentunya akan dilakukan perawatan, baik berupa pelapisan (over lay), pelebaran dan lain-lain.

"Mengingat kemampuan jalan nasional di wilayah Kalsel adalah tipe 3A dengan kemampuan menahan beban 8 ton. Hanya saja, kerap ada mobil truk yang melintasi jalan sebenarnya beratnya lebih 8 ton, bahkan 12 ton," ucapnya.

Boleh jadi kondisi jalan kelihatan bagus, tetapi secara teknis memang harus segera dilapis lagi. Permukaan aspal yang sudah mulai kasar akan berpori-pori dan gampang menyerap air. Hal itu justru akan melemahkan pondasi jalan, sehingga mesti dilapis lagi dengan perawatan.

PU Kalsel pernah memiliki pengalaman buruk karena ruas jalan Rantau-Martapura dibiarkan tanpa perawatan yang memadai, sehingga pondasi jalan menjadi lemah dan gampang berlobang.

"Ke depan, 2011, mulai Jl A Yani Km 1 hingga Tanjung akan diaspal, jika dananya memang memadai. Ini memang sudah program kerja PU Kalsel, jadi, semua proyek yang dilaksanakan tak berhubungan dengan kepentingan politik pihak tertentu," cetusnya.

Sebelumnya, meski kondisi badan jalan di Jl A Yani sepanjang Banjarbaru masih lumayan bagus, namun tetap saja dilakukan proyek pelapisan aspal (over lay). Meski terkesan mubazir, tampaknya instansi terkait dengan proyek ini tidak begitu peduli. Ironisnya, proyek yang kerap dilaksanakan tengah malam ini tanpa disertai papan merk proyek sebagai tanda keterangan proyek kepada masyarakat luas selaku pembayar pajak, sumber dana proyek.

Dari pengamatan, di badan jalan Jl A Yani Km 32 Banjarbaru yang dilapisi itu sebelumnya masih terlihat garis median jalan maupun zebra cross yang sebenarnya baru beberapa waktu proyeknya selesai dikerjakan. Alhasil, dengan adanya pelapisan aspal yang baru, garis median yang membagi lajur jalan pun ikut hilang secara mubazir.

Tak hanya itu, papan merk proyek sebagai keterangan proyek kepada masyarakat luas yang menjadi kewajiban instansi maupun pengusaha yang menjadi kontraktor proyek justru tidak terlihat di sepanjang jalan yang terkena proyek.

Masyarakat pun kesulitan untuk mengetahui, siapa pelaksana proyek dan berapa dana masyarakat yang terserap ke proyek tersebut. Mengingat ketiadaan papan merk proyek, seolah-olah proyek yang sedang dikerjakan tak lebih dari proyek "misterius". adi

No comments: