Tuesday, May 25, 2010

Oknum Polisi Gelapkan Laptop

BANJARMASIN © Seorang oknum anggota polisi, Bripda Fau diduga
menggelapkan sebuah laptop merk Toshiba seri Satelit
M300/M300D/L310/L310D milik korban pelapor, Syafrian Noor (52),
sehingga korban terpaksa melapor ke Bdi Propam Polda Kalsel.
Á ÁSenin (24/5), Syafrian yang kerap dipanggil Yayan ini
menuturkan, kasus tersebut sebenarnya sudah ia laporkan pada 5 mei
2010, karena sangat terpaksa, akibat tidak ada niat baik dari
terlapor untuk mengembalikan laptop miliknya yang berharga
Rp7.740.000 itu.
Á Á"Saya berharap, oknum tersebut dapat ditindak tegas oleh Bid
Propam Polda Kalsel atau atasannya yang berhak menghukum, karena
boleh jadi bukan hanya saja yang menjadiu korban," kata Yayan yang
juga aktivis Kesatuan Aksi Peduli Penderitaan Rakyat (Kappera) itu.
Á ÁDikatakan korban yang adalah warga Kompleks Cempaka Putih No
66 RT 009 Kecamatan Banjarmasin Timur, pada Kamis 1 Oktober 2009,
dirinya mau mempersiapkan bahan bangunan untuk keperluan tukang
yang melaksanakan pekerjaan proyek rehab ringan RSJ Sambang Lihum
Jm 17 Gambut.
Á Á"Berhubung saya kekurangan dana, maka saya berniat mau
menggadaikan laptop Toshiba milik saya yang baru dibeli 10 hari
sebelumnya dengan harga Rp7.740.000. Rencananya, laptop mau saya
gadaikan Rp1.500.000©Rp3.000.000," ucapnya.
Á ÁKebetulan ketika membicarakan hal tersebut di Kompleks Cempaka
Putih, Fau sedang ada di dekat Yuli dan Murni. Fau kemudian
mengatakan ada kenalan yang mau menerima gadaian.
Á ÁKemudian, pada Jumat 2 Oktober 2009, korban menitipkan laptop
dan charge©nya kepada Fau. Beberapa waktu, kemudian Fau kembali
dengan menyerahkan uang Rp800 ribu. "Saya sempat tanya kenapa cuma
segitu, namun Fau mengatakan nanti akan diserahkan lagi
tambahannya. Namun sejak itu, tidak pernah ada tambahan. sampai
saya kembalikan Rp900 ribu, uang dia terima, namun laptop tidak
juga dikembalikan," kisahnya.
Á ÁYayang mengaku tidak tega juga untuk melaporkan kasus
tersebut, karena antara dirinya dan Fau sebenarnya masih
bertetangga satu kompleks. "Namun, karena sudah tidak ada niat
baik, apalagi saya dengar bukan cuma saya yang jadi korban, maka
terpaksa langkah hukum saya ambil," tambahnya. Ã Ãadi

No comments: