Thursday, May 27, 2010

Komplotan Pencuri Laptop Ditangani JPU

BANJARMASINÄ Ä © Sat I Krimum Dit Reskrim Polda Kalsel menyerahkan
para tersangka, barang bukti serta berkas pemeriksaan kasus
komplotan pencuri laptop ke pihak Kejati Kalsel, Rabu (26/5).
Á ÁPenyerahan tahap dua ini menandakan bahwa tugas para penyidik
Polda Kalsel telah selesai dan tinggal dilanjutkan oleh jaksa
penuntut umum (JPU) yang akan membawa para tersangka, yakni ZW, KA,
DN, MK, DR dan SP ke persidangan.
Á ÁKasi Penkum dan Humas Kejati Kalsel Rajendra SH melalui Kasi
Pra Penuntutan Pidum, Sandy Rosady SH mengakui kalau pihaknya sudah
menerima penyerahan tahap dua untuk kasus komplotan pencuri laptop
dari penyidik Polda Kalsel.
Á Á"Penyerahan tahap dua baru saja dilakukan dan kita telah
mempersiapkan para jaksa yang menjadi JPU dalam persidangan nanti,"
tukas Sandy.
Á ÁPara tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian
di rumah yang ditinggalkan pemiliknya bekerja, dengan ancaman
hukuman lima tahun atau lebih.
Á ÁPetugas Dit Reskrim Polda Kalsel berhasil meringkus enam
tersangka spesialis pencuri laptop, Selasa (30/3). Sebagian ada
yang ditangkap di Banjarbaru dan sebagian lagi di Banjarmasin.
Á ÁSindikat yang ketika beraksi menyamar menjadi petugas pencatat
KWH listrik ini berasal dari Cirebon, Jabar.
Á ÁTertangkapnya sindikat itu berkat informasi dari warga
dipadukan penyelidikan yang akurat dari petugas di lapangan. Dari
tangan para tersangka, polisi menyita barang bukti berupa 13 buah
laptop berbagai merk, 10 Hp berbagai merk, perhiasan berbagai
jenis, dompet dan lain©lain yang diduga hasil kejahatan sindikat.
Á ÁSelain itu, perlengkapan kejahatan sindikat juga diamankan,
seperti sejumah taspen (alat penguji arus listrik), ID card
karyawan PLN palsu, stiker KWH PLN palsu, dan lain©lain.
Á ÁKepada wartawan, pelaku mengakui bahwa kedatangan mereka ke
Banjarmasin dan Banjarbaru memang sengaja ingin melakukan pencurian
barang elektronik, khususnya laptop dari rumah yang ditinggal
pemiliknya ke tempat kerja.
Á Á"Laptop itu rencananya kami jual ke Jakarta, dengan harga
Rp2,5 juta tiap laptop. Sebagian ada yang sudah dijual untuk biaya
operasional," aku salah satu pelaku yang tertangkap bersama
rekannya saat jalanÀ Àjalan di Guntung Manggis, Banjarbaru.
Á ÁMenurut Dir Reskrim Kombes Pol Achmat Juri, modus sindikat ini
adalah, datang ke rumah yang diperkirakan memiliki laptop di
dalamnya, namun sedang kosong karena ditinggal penghuninya pergi
bekerja. Penampilan mereka layaknya petugas PLN, lengkap dengan
atribut maupun peralatan yang dibawanya.
Á ÁSeorang pelaku akan berpura©pura mengecek KWH listrik,
sementara seorang lagi mengendap©endap lalu membongkar paksa
jendela maupun pintu rumah calon korbannya.
Á ÁSekitar 10 buah laptop hasil curian sindikat
spesialis pencuri laptop yang berlagak sebagai petugas PLN, Senin
(3/5) lalu diserahkan kepada para pemiliknya, namun daftar barang
akan dijadikan barang bukti di pengadilan kelak. Ã Ãadi

No comments: