Sunday, May 2, 2010

Ketergantungan Sabu Waket DPRD Tanbu Dipertanyakan

BANJARMASINÄ Ä © Irwan Hamdi alias Alui (54) bersama Bobby Lesmana
(34) sedang disidang di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin. Mereka
disidang terkait mengonsumsi sabu di sebuah kamar hotel. Namun,
adanya keterangan dokter bahwa keduanya memiliki ketergantungan
sabu, justru mendapat reaksi kontra dari sejumlah elemen.
Á ÁIwan, warga Satui yang juga pentolan salah satu LSM di Tanah
Bumbu (Tanbu) mempertanyakan tentang kebenaran bahwa oknum Waket
DPRD Tanbu tersebut adalah pecandu sabu, sehingga mengantongi
keterangan dari dr Budi tentang ketergantungan narkoba.
Á Á"Kami mempertanyakan tuntutan jaksa yang menangani kasus ini.
Semestinya mereka memahami dulu apa yang tertulis dan dimaksud pada
pasal 127 UU No 35 Tahun 2009, kemudian pahami kembali pasal 54 dan
pasal 55," ucapnya.
Á ÁMenurutnya, apakah memenuhi syarat atau layak©tidaknya orang
seperti Waket DPRD Tanbu ini, wajiblah diperiksa catatan atau
riwayat medisnya. Mengingat saat pemilihan legislatif yang baru
saja menggolkannya sebagai anggota legislatif, dinyatakan bersih
dari ketergantungan narkotika berdasarkan keterangan tim dokter
yang diserahkan ke KPU.
Á Á"Hanya saja, dalam acuan UU Narkotika tersebut di salah satu
pasalnya, disebutkan bagi siapa saja yang ketergantungan narkotika
minimal dalam kurun waktu dua tahun (salah satu syarat kartu
ketergantungan), wajib melaporkannya kepada instansi kesehatan yang
ditunjuk pemerintah. Misalnya puskesmas di Batulicin, dari sana
barulah dikeluarkan surat rekomendasi untuk merujuk yang
bersangkutan menjalani rehabilitasi medis di kota Bogor, bukan kota
Malang," bebernya.
Á ÁIronisnya, lanjutnya JPU dinilai kurang jeli sehingga ia
mengaku ada kekhawatiran munculnya sentimen masyarakat bahwa
disinyalir ada "permainan" dalam kasus tersebut.
Á ÁDari pengamatannya di beberapa pemberitaan di koran, kabarnya
banyak menyebutkan kalau sidang Waket DPRD Tanbu ini selalu digelar
"diam©diam". Hal ini sudah menunjukan bukti adanya indikasi
permainan kasus. Dan Iwan mendapat kabar, kalau oknum JPU dalam
kasus ini tengah diperiksa pihak Kejati Kalsel.
Á ÁSebelumnya, dalam sidang, Irwan dan Bobby diterangkan dr Budi
dari Rumah Sakit Jiwa Lawang, Jatim memiliki surat keterangan
ketergantungan narkoba.
Á ÁJPU lalu mengenakan kedua terdakwa yang tertangkap oleh Sat II
Dit Narkoba Polda Kalsel dengan pasal 132 ayat (1) jo pasal 112
ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika untuk dakwaan
primair.
Á ÁSedangkan dakwaan subsidair, JPU mengenakan pasal 127 ayat (1)
huruf a UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo pasal 55 ayat (1)
ke©1 KUHP. Ã Ãadi

1 comment:

Anonymous said...

Ya Alloh sadarkanlah pemimpin pemimpin kami yang trjerumus dlam lubang kegelapan yang penuh dosa, apakah ini yg dinamakan pemimpin yg trnyatta hanya mnis dibibir wktu kmpanye menyarankan agar masyarakatnya jauh dri nrkoba, knpa pmimpin yg kecanduan hal yg ngatif bsa trpilih..... knpa..???? ada apa...??? dan knpa...???? seharusnya kan pemimpin mnjadi suri tauladan yg baik buat masyarakatnya.
wahai engkau para pemimpin ingatlah bahwa engkau DARI rakyat kecil dipilih OLEH rakyat sehingga engkau mnjadi bsar,pengabdianmu yang baik UNTUK rakyat.jgn kau mencoreng kepercayaan yg diberikan untukmu oleh rakyatmu.