Friday, May 21, 2010

Kejari Belum Ketahui Di Mana Keberadaan Hairul

BANJARMASINÄ Ä © Kajati Kalsel Abdul Taufiq SH pada kesempatan lalu
berjanji akan memantau keberadaan terpidana kasus korupsi
pembebasan lahan eks Pabrik Kertas Martapura (PKM). Hanya saja,
Kajari Martapura Zulhadi Savitri SH mengaku belum mengetahui dengan
pasti di mana Hairul Saleh sebagai salah satu terpidana.
Á Á"Memang kita belum mengetahui dengan pasti di mana keberadaan
Hairul, namun yang jelas, kita mengetahui istrinya masih di
Martapura dan melalui kuasa hukumnya pun kita bisa mengetahuinya,"
ucapnya, Kamis (20/5).
Á ÁDiakui, baru©baru saja ia datang ke kediaman Hairul di Jl
Tanjung Rema Martapura, namun sesampainya di sana, mereka hanya
mendapati pagar rumah Hairul dalam keadaan bergembok.
Á ÁHairul yang mantan Kabag Perlengkapan Setda Banjar di era
Bupati Banjar H Rudy Ariffin dan kini menduduki jabatan Kabiro Umum
Setdaprov Kalsel masih belum diketahui di mana, meski jadwal
cutinya di Pemprov Kalsel sudah berakhir beberapa hari lalu.
Á ÁDikatakan Zulhadi, pihaknya masih berbaik sangka dengan
jaminan DR Masdari Tasmin SH MHum, kuasa hukum Hairul, jika salinan
putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA) sudah keluar, maka dengan
sendirinya, Hairul akan menghadiri agenda eksekusi.
Á ÁSementara Iskandar Djamluddin (mantan Kepala BPN Banjar) dan
Gunawan Sutanto (Direktur PT Golden), terpidana lainnya sudah
dipastikan oleh kejaksaan tentang lokasi keberadaannya.
Á ÁZulhadi menambahkan, dirinya berkomitmen akan melaksanakan
eksekusi sesuai prosedur seperti pemanggilan terhadap terpidana.
"Kita menghormati hak terpidana yang ingin memperoleh salinan
putusan terlebih dahulu sehingga baru mau menjalani eksekusi,
sebagaimana pasal 270 KUHAP. Kita tidak ingin berpolemik,"
ungkapnya.
Á ÁSebenarnya, salinan putusan yang kelak keluar juga akan sama
kesimpulannya dengan petikan kasasi dari MA. "Sekarang atau nanti,
toh masa hukumannya akan tetap sama. Namun, terpidana meminta waktu
sampai salinan turun, dan itu memang hak terpidana dan kita
menghormati hak itu," bebernya.
Á ÁSeperti diketahui, MA beberapa waktu lalu melalui petikan amar
putusan MA No 938k/Pidsus/2008 tertanggal 19 Januari 2010,
mengabulkan kasasi JPU Kejari Martapura terhadap vonis bebas yang
dijatuhkan majelis hakim PN Martapura terhadap Hairul Saleh,
Iskandar Djamaluddin dan Gunawan Sutanto dalam kasus korupsi eks
PKM.
Á ÁDalam putusannya, selain membatalkan putusan majelis hakim PN
Martapura yang kala itu diketuai Purwanto SH, tertanggal 8 Oktober
2007, MA juga menjatuhkan hukuman masing©masing lima tahun penjara
dan denda Rp200 juta subsidair enam bulan kurungan.
Á ÁKhusus untuk terpidana Gunawan S, MA menambah hukuman berupa
kewajiban Gunawan untuk mengembalikan uang negara sebesar Rp6,3
miliar. Jika sebulan kemudian, Gunawan tidak juga mengembalikan
kerugian negara, maka harta bendanya akan disita untuk kemudian
dilelang oleh negara.
Á ÁKasus ini terjadi setelah Pemkab Banjar di masa pemerintahan
Bupati Rudy Ariffin (sekarang Gubernur Kalsel) memutuskan memberi
ganti rugi lahan eks PKM kepada PT Golden senilai Rp6,3 miliar
dalam dua tahap, 2002 sebesar Rp3 miliar (Keputusan Bupati BanjarÔ h) 0*0*0*° ° ÔŒNo 85/5.Kep.14/2002) dan 2003 (Keputusan Bupati Banjar No 08/BKOªBT/3/2003 tanggal 28 Maret 2003) senilai Rp3,4 miliar.
Á ÁPemkab Banjar berdasar masukan dari panitia pembebasan yang
dimotori Hairul Saleh dan Iskandar, mesti membayar ganti
kerugian lahan seluas 3 haktare yang masih dimiliki oleh PT Golden
sesuai HGB yang dikantonginya.
Á ÁPanitia pembebasan mendasari pemberian ganti rugi sesuai isi
Keppres Nomor 55 Tahun 1993, sedangkan JPU berpatokan pada PP Nomor
40 Tahun 1996 yang mengisyaratkan tak perlu ada ganti rugi dalam
pembebasan lahan HGB tersebut.
Á ÁGanti rugi menjadi kontroversial, karena HGB No 13/Keraton
seluas 105.306 m2 dan HGB No 11/Jawa/Sei Paring seluas 30.729 m2
milik PT Golden telah berakhir masing©masing tanggal 26 Januari
2000 dan 31 Desember 2000.
Á ÁDi atas lahan yang terletak di Jl Menteri Empat dan Jl A Yani
itu, Pemkab Banjar membangun Pusat Perbelanjaan Sekumpul yang
sampai sekarang masih sepi peminat, serta pemindahan RS Ratu
Zalekha. Ã Ãadi

No comments: