Sunday, May 2, 2010

Kasus PT JBG Bagai Jalan Di Tempat

BANJARMASINÄ Ä © Pemeriksaan kasus penambangan ilegal yang diduga
melibatkan PT Jorong Barutama Greston (JBG) sepertinya cukup
menyita waktu. Bahkan, hingga saat ini, belum ada pihak yang
ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik.
Á ÁPadahal, sebelumnya, Sat I IV Tipiter Dit Reskrim Polda Kalsel
telah menutup kawasan tambang milik PT JBG di Desa Asam Asam,
Kabupaten Tanah Laut, akhir Januari lalu.
Á ÁBahkan, puluhan karyawan termasuk sejumlah manajer perusahaan
tersebut telah diperiksa untuk dimintai keterangan. Tak hanya itu,
lima orang berkewarganegaraan Thailand yang masih bekerja di PT
JBG, juga dimintai keterangan meski harus memakai tenaga penerjemah
yang dibayar mahal.
Á ÁJumat (30/4), Dir Reskrim Polda Kalsel Kombes Pol Achmat Juri
mengakui bahwa pemeriksaan kasus PT JBG masih terus berjalan, meski
perlahan.
Á ÁMenurutnya, pihaknya kini masih meminta klarifikasi sejumlah
petinggi PT JBG, termasuk menemukan lagi sejumlah dokumen. "Kita
memperoleh bukti©bukti tambahan berupa dokumen," cetusnya.
Á ÁDikatakan, pihaknya juga akan memeriksa petinggi PT JBG
berkewarganegaraan Thailand berinisial PD. Kemungkinan besar,
minggu depan, PD sudah bisa dimintai keterangan terkait dugaan
perusahaan PT JBG menambang di areal hutan tanpa ada izin pinjam
pakai dari Menhut.
Á ÁSebagaimana diketahui, Kasat IV Tipiter AKBP Purwanto beberapa
waktu lalu mengungkapkan selain menambang di luar titik koordinat
PKP2B, PT JBG juga menambang di kawasan hutan industri.
Á ÁPT JBG diduga menambang di kawasan tersebut tanpa surat izin
pinjam pakai dari Menhut. Walaupun menurut PT JBG, mereka sudah
mengantongi rekomendasi dari Dirjen Mineral Energi dan Batubara
(Minerba).
Á ÁIzin pinjam pakai dari Menhut sendiri diduga sudah habis masa
berlakunya pertengahan tahun 2009 lalu. Oleh sebab itu, lanjutnya
lagi, aktivitas penambangan batubara di kawasan tersebut dihentikan
untuk sementara sambil menunggu surat izin dari Menhut. "Dulu
mereka mempunyai surat izin dari Menhut. Namun izin itu sudah tidak
berlaku lagi atau habis masa waktunya," kata Purwanto.
Á ÁPolda Kalsel menghentikan dan memberi garis polisi pada alat
berat yang digunakan PT JBG di kawasan tambang tersebut.
Á ÁDirektur PT JBG Laksono dan Kepala Tehnik PT JBG I Gede
Widiada pada awal©awal kasus itu mulai bergulir tampak keluar masuk
ruangan di kantor Direktorat Reskrim Polda Kalsel. Kepala Tehnik PT
JBG I Gede Widiada menerangkan, T JBG akan mengikuti proses hukum
yang telah dilakukan Polda Kalsel. "Kebijakan mengenai kasus ini
tergantung Polda. Kami menghormati kerja para anggota Polda
Kalsel," ungkap I Gede.
Á ÁAktivitas penambangan batu bara yang dilakukan PT JBG untuk
sementara dihentikan dan ratusan karyawan yang bekerja di tambang
tersebut dipulangkan, setelah Sat IV Tipiter Dit Reskrim Polda
Kalsel melakukan razia dan menghentikan penggunaan peralatan
operasi untuk penambangan di kawasan Asam©Asam, Tala, Rabu (27/1)
siang.
Á ÁPenghentian aktivitas penambangan tersebut dilakukan karena
semua peralatan operasi penambangan seperti tronton, gleder,Ô h) 0*0*0*° ° Ô eksavator, dan dozer diberi garis polisi.
Á ÁTindakan terhadap aktivitas penambangan itu bukan tanpa
alasan, Kasat IV Tipiter AKBP Purwanto yang memimpin langsung razia
tersebut mengatakan operasi ini untuk menertibkan à Ãillegal miningÄ Ä di
Kalsel yang makin marak. adi

No comments: