Thursday, May 6, 2010

Hukuman Farid Syuhada Bertambah

BANJARMASINÄ Ä © Terpidana Drs HM Farid Syuhada (54), mantan Kadis
Pasar Pemko Banjarmasin yang masih menjalani hukuman kasus narkoba,
akhirnya harus mendekam lebih lama lagi di penjara. Ia mesti
menjalani lagi hukuman selama dua tahun penjara dan juga dikenakan
denda Rp7,5 juta subsider dua bulan penjara dengan uang pengganti
sebesar Rp791.959.138.
Á ÁMenurut Kasi Pidsus Kejari Banjarmasin M Irwan SH MH kemarin,
kepastian eksekusi Farid Syuhada sesui dengan petikan kasasi
putusan Mahkamah Agung (MA) tanggal 30 April 2010 yang menyatakan
MA menguatkan putusan di PN Banjarmasin bahwa terpidana terbukti
bersalah.
Á Á"Oleh Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin sudah diputuskan,
tetapi di tingkat banding Farid dibebaskan," katanya.
Á ÁDijelaskan Irwan bahwa MA memutuskan dengan menguatkan putusan
di tingkat pertama, sehingga warga Jalan Dharma Praja II RT 12 No
27 menjalani hukumannya. Terpidana Farid terbukti bersalah dalam
kasus korupsi pembangunan Pasar Kuripan di Jalan Kuripan,
pengembangan lokasi Pasar Lima dan Pasar Teluk Dalam Muara yang
terjadi di periode 1994©1998.
Á ÁKasus terjadi sewaktu Farid masih menjabat sebagai Kadis Pasar
di Pemko Banjarmasin.
Á Á"Farid diancam dakwaan pasal 1 ayat (1) sub b jo pasal 28 jo
pasal 34 huruf c UU No 31 Tahun 1971 tentang Tindak Pidana Korupsi
jo pasal 65 ayat 1 KUHP," katanya.
Á ÁIrwan mengatakan, pejabat ini juga mendekam di LP Teluk Dalam
dalam kasus narkoba dengan hukuman tiga bulan penjara karena
melanggar pasal 131 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yakni
mengetahui tapi tidak melaporkan.
Á Á"Sedangkan berkaitan dengan alasan permohonan dari terpidana
Farid untuk dapat penundaan eksekusi dikoordinasikan oleh yang
bersangkutan dengan pihak Lembaga Pemasyarakatan (LP) Teluk Dalam
untuk mendapat izin menyelenggarakan acara keluarga yang akan
menikahkan anaknya," katanya. Ã Ãida/adi

No comments: