Sunday, May 23, 2010

Hari Ini Jajaran Direksi JBG Diperiksa

BANJARMASINÄ Ä © Sat IV Tipiter Dit Reskrim Polda Kalsel Senin (24/5)
hari ini akan memeriksa tiga orang direksi PT Jorong Barutama
Greston (JBG), sebagai bagian penyidikan kasus penambangan di
kawasan hutan tanpa izin pinjam pakai Menhut.
Á ÁBaru©baru tadi, sinyalemen pemanggilan terhadap ketiga
petinggi PT JBG itu disampaikan Plt Dir Reskrim AKBP Helfi
Assegaff.
Á Á"Surat panggilan sudah kita layangkan kepada tiga orang yang
menduduki jabatan di direksi PT JBG. Insya Allah, Senin (24/5)
nanti, mereka bisa memenuhi panggilan kita," ujar Helfi.
Á ÁTidak disebutkan siapa saja nama ketiga direksi tersebut.
Hanya saja, diperkirakan, ketiga orang petinggi JBG itu warga
negara Thailand.
Á ÁHelfi menerangkan, berkas©berkas yang sudah disita pihaknya,
kemudian data dan fakta yang terkumpul selama penyidikan sudah
memenuhi unsur, telah ada pelanggaran pidana terhadap kawasan hutan
akibat penambangan tanpa disertai izin pinjam pakai Menhut
tersebut.
Á Á"Kalau kita telaah hasil pemeriksaan selama ini, kasus ini
sudah cukup memenuhi unsur adanya tindak pidana pelanggaran UU
Kehutanan. Tinggal menetapkan tersangka," ungkapnya.
Á ÁSebelumnya, serangkaian rencana pemeriksaan terhadap sejumlah
warga Thailand termasuk petinggi PT JBG menjadi tertunda. Pasalnya,
warga asing itu mesti kembali ke negaranya, mengingat situasi
politik dalam negeri Thailand yang memanas.
Á ÁPemeriksaan kasus penambangan ilegal yang diduga
melibatkan PT JBG sepertinya cukup menyita waktu. Bahkan, hingga
saat ini, belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka oleh
penyidik.
Á ÁPadahal, sebelumnya, Sat I IV Tipiter Dit Reskrim Polda Kalsel
telah menutup kawasan tambang milik PT JBG di Desa Asam Asam,
Kabupaten Tanah Laut, akhir Januari lalu.
Á ÁBahkan, puluhan karyawan termasuk sejumlah manajer perusahaan
tersebut telah diperiksa untuk dimintai keterangan. Tak hanya itu,
lima orang berkewarganegaraan Thailand yang masih bekerja di PT
JBG, juga dimintai keterangan meski harus memakai tenaga penerjemah
yang dibayar mahal.Á Á
Á ÁSebagaimana diketahui, Kasat IV Tipiter AKBP Purwanto beberapa
waktu lalu mengungkapkan selain menambang di luar titik koordinat
PKP2B, PT JBG juga menambang di kawasan hutan industri.
Á ÁPT JBG diduga menambang di kawasan tersebut tanpa surat izin
pinjam pakai dari Menhut. Walaupun menurut PT JBG, mereka sudah
mengantongi rekomendasi dari Dirjen Mineral Energi dan Batubara
(Minerba).
Á ÁIzin pinjam pakai dari Menhut sendiri diduga sudah habis masa
berlakunya pertengahan tahun 2009 lalu. Oleh sebab itu, lanjutnya
lagi, aktivitas penambangan batubara di kawasan tersebut
dihentikan.
Á ÁSemua peralatan operasi penambangan seperti tronton, gleder,
eksavator, dan dozer, termasuk lahan seluas 200 hektar diberi garis
polisi. Ã Ãadi

No comments: