Friday, May 21, 2010

H Rusli Nginap Di Rumah Sakit

MARTAPURA © Terpidana HM Rusli yang tersandung kasus à Ãillegal
loggingÄ Ä dengan vonis tiga bulan penjara oleh Pengadilan Negeri (PN)
Martapura harus menjalani sisa masa tahanan selama satu bulan,
setelah peninjauan kembali (PK) kasusnya ditolak oleh Mahkamah
Agung (MA).
Á ÁRusli sebelumnya pernah masuk sel di Polres Banjar sekitar 20
hari kemudian yang bersangkutan menjalani tahanan kota, dan
sehubungan dengan ditolaknya peninjauan kembali (PK)©nya oleh MA,
maka ia pun harus masuk kembali ke sel untuk menjalani sisa masa
tahanan.
Á ÁHanya saja, akibat sakit, H Rusli terpaksa dirawatinapkan ke
Rumah Sakit Ratu Zalekha.
Á ÁKepala Lembaga Pemasyarakatan (LP) Martapura Agus Wiryawan
BcIP SH MH didampingi Kasi Binadik Zaini saat ditemui à ÃMata BanuaÄ Ä,
Jumat (21/5) pagi mengatakan, setelah pihaknya melakukan
perhitungan ternyata sisa masa tahanan yang harus dijalani Rusli
masih satu bulan.
Á Á"Vonisnya tiga bulan kemudian dikurangi saat di sel polres dan
masa tahanan kota, maka sisanya yang harus dijalaninya satu bulan,"
ujarnya.
Á ÁAgus menjelaskan, dengan sisa satu bulan yang harus dijalani
diperkirakan pembebasannya pada 17 Juni 2010. Hanya saja, saat ini
Rusli menjalani rawat inap di Rumah Sakit Ratu Zalekha Martapura,
sehingga belum bisa dimasukkan ke sel masa pengenalan, pengamatan,
dan penelitian lingkungan (Mabinaling).
Á ÁKetika ditanyakan apakah saat menjalani rawat inap itu juga
dimasukkan dalam hitungan masa tahanan dan bagaimana kalau dirawat
inapnya sampai satu bulan atau lebih, Agus menjelaskan, meskipun di
rumah sakit Rusli tetap dihitung menjalani masa tahanan.
Á ÁBahkan, kalau rawat inapnya sampai satu bulan maka yang
bersangkutan dinyatakan bebas di rumah sakit. "Kalau satu bulan di
rumah sakit maka bebas di situ, tapi mudah©mudahan tidak," tandas
Agus.
Á ÁIa mengatakan, Kamis (20/5) sekitar pukul 14.30 Wita Rusli
masuk LP Martapura dan sempat menjalani pemeriksaan kesehatan dan
administrasi, namun saat itu Rusli susah diajak bicara.
Á ÁSekitar pukul 20.30 Wita Rusli dibawa ke Rumah Sakit Ratu
Zalekha dengan mobil keluarganya dengan pengawalan dari petugas.
"Tetap ada pengawalan sesuai dengan standar operasional ," ujarnya.
Á ÁAgus menambahkan, pihaknya menunggu keterangan dari dokter
yang berwenang kapan Rusli bisa dibawa kembali ke LP Martapura
untuk menjalani masa tahanannya. "Kalau kembali ke LP Rusli akan
dimasukkan ke sel Mabinaling dan biasanya bagi setiap napi
menjalaninya selama 20 hari di sel tersebut," katanya.
Á ÁSementara itu, Ketua Harian DPD Golkar Kabupaten Banjar
Syaiful Anwar saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon
mengatakan kalau ia sedang berada di Pelaihari karena ada urusan
keluarga.
Á ÁSaat ditanyakan bagaimana respon DPD Golkar Kabupaten Banjar
atas ditahannya Rusli yang notabene menjabat Ketua DPD Golkar
Kabupaten Banjar, Syaiful menyatakan saat ini ia tidak bisa
memberikan statement apapun.
Á ÁSementara itu Plt Direktur Rumah Sakit Ratu Zalekha Martapura,Ô h) 0*0*0*° ° Ô Ikhwansyah menjelaskan, berdasarkan hasil laboratorium, secara
medis kondisi kesehatan Rusli memang perlu mendapatkan perawatan di
rumah sakit, karena menderita penyakit kolestrol dan maag
(lambung).
Á ÁMenurutnya, perawatan Rusli di rumah sakit atas rekomendasi
pihak LP sendiri, karena hanya berselang beberapa jam setelah resmi
diinapkan di LP, Rusli mengeluh sakit.
Á ÁSekitar pukul 21.30 Wita, dengan didampingi pengacara dan
sipir, pimpinan dewan ini dibawa ke rumah sakit dan kini diopname
di Ruang VIP 5 Rumah Sakit Ratu Zalekha martapura.
Á Á"Kami pihak rumah sakit sudah koordinasi dengan LP, kami hanya
memfasilitasi untuk perawatan, untuk pengamanan di depan ruangan
opname dijaga sipir dari LP," katanya.
Á ÁDari pantauan, di depan ruang VIP 5 di RSUD Ratu Zalekha ini
memang ada sipir LP Martapura yang berseragam berjaga©jaga di depan
ruangan tersebut.Ã ÃÄ Ä Ã Ãdio/adi

No comments: