Wednesday, May 19, 2010

Guru Besar Unlam Dipukul Rekan Sendiri

BANJARBARU - Kasus cukup memalukan terjadi, seorang guru besar wanita di Fakultas Perikanan Agribisnis Unlam Banjarbaru, Prof Emmy Sri mengaku dipukul bahkan diancam oleh sesama guru besar pria berinisial ASH. Kasusnya kini ditangani Sat Reskrim Polresta Banjarbaru.

Selasa (18/5), Kasat Reskrim Polresta Banjarbaru AKP Arie Lasta membenarkan bahwa pihaknya ada menerima pengaduan dari Prof Emmy yang merasa dipukul dan diancam oleh ASH.

Menurutnya, pihaknya sudah melayangkan panggilan kepada sejumlah saksi untuk memproses lebih lanjut kasus dugaan pemukulan dan pengancaman tersebut.

Menurut keterangan Emmy, beberapa waktu lalu, dirinya terpaksa mengadukan ASH karena sudah bertindak tidak wajar, yakni memukul dengan kepalan tangan ke arah kepala sebanyak tiga kali.

Kejadian itu pada Rabu (11/5) siang. Ketika itu, lanjutnya, ia baru saja selesai mengajar di Fakultas Perikanan Agribisnis dan masuk ke ruang guru besar.

"Tiba-tiba tanpa saya ketahui sebabnya, dia datang sambil teriak-teriak disertai ancaman dan memukul tiga kali pakai kepalan tangan ke kepala saya. Untung saya masih sempat menghindar," ucapnya. "Awas pian bu ai," ucap Emmy menirukan ancaman ASH.

"Padahal saya tidak diberitahu masalahnya dan duduk persoalannya, apalagi mengklarifikasi," tambahnya.

Kejadian yang cukup cepat tersebut tentu saja mengagetkan korban, bahkan seorang guru besar lagi yang kebetulan menyaksikan kejadian tersebut. Sementara dua dosen lainnya sempat mendengar kegaduhan tersebut dari balik bilik.

Usai melampiaskan kekesalannya dengan kalimat-kalimat yang tidak begitu jelas, ASH lalu keluar dari ruangan tersebut, tinggallah korban yang masih tidak percaya apa yang sedang menimpanya.

"Tidak jelas apa yang dia maksudkan, karena dia teriak-teriak. Sepertinya saya difitnah telah mengatakan sesuatu tentang dia atau diadu domba, mungkin. Sulitlah tanpa duduk bersama membahasnya, jadi main hakim sendiri dia," paparnya.

Disinggung apakah kejadian tersebut dipicu soal masuknya penyelidikan Sat III Tipikor Polda Kalsel ke fakultas tersebut, Emmy mengaku tidak bisa memastikannya.

"Kayaknya ada hubungannya. Karena waktu dia menggerutu dan teriak-teriak, seperti ada menyebutkan Polda. Sepertinya ada indikasi menyangka saya yang telah melaporkan (ke Polda). Sumpah saya tidak tahu apa-apa," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Polda Kalsel telah menurunkan aparatnya menyelidiki dugaan penyimpangan bantuan dana dari Pemprov Kalsel untuk para dosen yang melanjutkan pendidikan ke strata S2 atau S3.

Penyelidikan ini terus bergulir dan bahkan polisi sudah mengambil dokumen terkait bantuan dana serta memeriksa sejumlah dosen, baik di Fakultas Perikanan, Teknik dan Kehutanan Unlam Banjarbaru.

Akibat kejadian tersebut, Emmy mengaku sampai trauma dan takut datang ke kampus untuk mengajar para mahasiswanya di Fakultas Perikanan Agribisnis Unlam Banjarbaru. Tak terima perbuatan ASH, Emmy melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Banjarbaru, Kamis (12/5). adi

No comments: