Tuesday, May 4, 2010

Eks Karyawan Daya Sakti Diancam

BANJARMASINÄ Ä © Sejumlah perwakilan didampingi puluhan eks karyawan
PT Daya Sakti à ÃnglurugÄ Ä ke Dit Reskrim Polda Kalsel. Mereka datang
untuk mengadukan peristiwa penodongan dan pengancaman yang menimpa
beberapa rekan mereka, Senin (3/5).
Á ÁPeristiwa penodongan dan pengancaman itu sendiri berlangsung
Minggu (2/5) malam sekitar pukul 19.30 Wita di kawasan PT Daya
Sakti, Jelapat, Tamban, Batola.
Á ÁBerdasar penuturan korban penodongan, Edi Yanto, malam itu ia
bersama sejumlah rekannya eks karyawan PT Daya Sakti, sedang
berjaga di pos untuk menjaga tiga tongkang, yakni Virgo 9, Virgo 88
dan Virgo 38.
Á ÁPenjagaan tersebut dimaksudkan untuk mengamankan aset eks
perusahaan tempat mereka bekerja agar tidak jatuh ke tangan orang
yang tidak berkepentingan. Ketiga tongkang plus dua alat berat
crane masing©masing di Virgo 9 dan Virgo 88 diklaim eks karyawan
sebagai jaminan untuk pesangon mereka nanti, pasca pailitnya
perusahaan PT Daya Sakti.
Á Á"Namun, begitu saya selesai SMS©an dengan anak, tiba©tiba ada
orang berteriak menanyakan siapa yang menyuruh kami berjaga©jaga.
Ucapan keras berulang©ulang, sampai seseorang yang saya kenal
bernama Acun, mengalungkan parang ke leher saya. Kalau tidak pergi
saya dibilang akan dibunuh," ucap Edi yang waktu aktif di
perusahaan bekerja sebagai à ÃmaintenanceÄ Ä ini.
Á ÁTerpaksa Edi lari menghindar Acun yang saat itu dikawal dua
orang lagi. Diduga, aksi serupa disertai pengancaman menimpa kepada
rekan©rekan Edi, seperti yang dialami pula oleh Sumardi, mantan
à ÃsecurityÄ Ä.
Á ÁAcun yang belakangan diduga salah satu manajer di PT Unggul
Sumiati, anak perusahaan PT Daya Sakti, dibantu anak buahnya
kemudian membawa ketiga tongkang ke kawasan dekat PT Jayanti Group.
Namun, berdasar informasi, sebuah tongkang lainnya diamankan Acun
cs di Sungai Seluang.
Á ÁSempat terjadi kekecewaan eks karyawan karena merasa
pengaduannya ke Polsek Tamban tidak ditanggapi. Belakangan setelah
diklarifikasi Kapolres Batola AKBP Supriyadi didampingi Kapolsek
Tamban AKP Rokhim, sebenarnya bukan begitu.
Á Á"Sekitar pukul 21.00 Wita, pelapor atas nama Edi dkk
sebenarnya datang melapor, namun lampu sudah mulai redup. Tapi
anggota kita, Brigadir Zakaria sudah mencatat pengaduan itu dengna
tulis tangan. Namun, karena lampu padam, terpaksa korban belum bisa
diperiksa (di©BAP). Kondisi lampu padam sampai pukul 22.00 Wita
lebih. Ini hanya kesalahpahaman. Jadi tidak benar, anggota kita
tidak menanggapi pengaduan," cetusnya lagi.
Á ÁDitambahkan Kapolres Batola, pihak Polsek Tamban ada menerima
surat dari pihak Acun yang akan mengambil tiga tongkang yang telah
dibeli PT Virgo dari PT Daya Sakti. "Karena mereka mengklaim
sebagai pemilik jadi kita tidak bisa mencegah pengambilan itu.
Namun, tindakan penodongan disertai ancaman tetap kita
tindaklanjuti sebagaimana laporan korban," tegasnya.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒÁ ÁSementara itu, Tumen, Ketua SPSI Kalsel menyayangkan aksi
penodongan dan pengancaman terhadap perwkailan eks karyawan PT Daya
Sakti. "Padahal, sesuai perjanjian pada 6 April 2010, antara kami
dengan pihak PT Daya Sakti, ketiga tongkang termasuk dalam status
quo. Jadi sudah tidak benar kalau tongkang©tongkang itu dijual ke
pihak lain. Tongkang itu hanya bisa dilakukan perawatan dan tidak
bisa dipindahtangankan sampai masalah tuntutan pesangon selesai,"
kata Tumen.
Á ÁBahkan, lanjutnya, dalam perjanjian itu, selain pihaknya yang
bertanda tangan, juga ada saksi©saksi seperti Christian Suria,
Titin dan Suhadi, wakil dari DSUC. Ã Ãadi

No comments: