Sunday, May 2, 2010

Dir Reskrim Mohon Doa

BANJARMASINÄ Ä © Menyusul belum terungkapnya serangkaian kasus
penganiayaan terhadap sejumlah aktivis LSM di Kalsel, Dir Reskrim
Polda Kalsel Kombes Pol Achmat Juri berharap doa dan dukungan dari
masyarakat agar kasus tersebut cepat terungkap.
Á Á"Tolong doanya, semoga kasus ini bisa cepat terungkap. Kita
tentu ingin kasus penganiayaan terhadap aktivis LSM ini bisa
diungkap dengan cepat," cetusnya, Jumat (30/4).
Á ÁMenurut Juri, kendala yang dihadapi polisi adalah minimnya
informasi tentang pelaku, mengingat para korban rata©rata tidak
sempat melihat muka atau wajah pelaku, karena tertutup helm.
Á ÁMeski demikian, di salah satu kasus, polisi sudah membuatkan
sketsa wajah yang diduga pelaku penganiayaan.
Á ÁKapolda Kalsel Brigjen Pol Untung S Rajab memerintahkan
jajarannya untuk berusaha mengungkap kasus penganiayaan terhadap
sejumlah aktivis di Kalsel, Rabu (17/3).
Á ÁTerakhir, terjadi peristiwa tragis menimpa Direktur LSM Lekem,
Aspihani Ideris. Rabu 10 Maret 2010, ia ditebas menggunakan sajam
oleh orang tak dikenal di depan Mahligai Pancasila sekitar pukul
20.00 Wita.
Á ÁAspihani yang baru saja menggelar demo di Kejati Kalsel
terkait soal sejumlah dugaan korupsi di Kabupaten Banjar, mengakui
sebelumnya ia sudah mendapat semacam teror vis telepon terkait
aksinya itu.
Á ÁHanya saja, mantan anggota DPRD Banjar 2004©2009 ini tetap
bersikeras menjalankan aksi demonya, hingga terjadi peristiwa
berdarah itu. Untungnya, setelah dirawat secara intensif di Rumah
Sakit Islam, Aspihani bisa selamat, meski harus mendapat belasan
jahitan di punggungnya.
Á ÁMenurut Koordinator Forum Lintas LSM©OKP se©Kalsel, Syamsul
Daulah, berdasar catatan, ada sejumlah kasus penganiayaan terhadap
aktivis LSM.
Á ÁPada 2007 lalu, aktivis Gerindo Banjar, Sirajul Huda pernah
dianiaya sejumlah orang tak dikenal di Jl Pendidikan Martapura, tak
jauh dari Pengadilan Negeri Martapura, usai dia mengamati jalannya
sidang kasus pembebasan lahan eks Pabrik Kertas Martapura (PKM).
Á ÁPada tahun 2008, LSM ML, Kahar Muzakkir, disiram dengan cuka
getak juga oleh seseorang tak dikenal yang naik sepeda motor di Jl
Batuah Martapura.
Á ÁZakir ini sebenarnya cukup kritis menyoal permasalahan di
Kabupaten Banjar. Bahkan, sebelumnya ia berkomentar di media massa
terkait pelepasan aset PD Baramarta di Kecamatan Sungai Pinang yang
menurutnya rawan terjadi penyimpangan.
Á ÁAkibat cuka getah yang disiramkan di wajahnya, Zakir mengalami
kerusakan pada bagian matanya. Untung hanya mata sebelah yang
terkena efek panas cuka getah. Hingga saat ini, Zakir mesti memakai
kaca mata, menutupi cacat matanya.
Á ÁSelanjutnya, Upy, salah satu aktivis LSM LBKN juga diduga
ditebas pakai parang oleh orang tak dikenal di Martapura, tepatnya
kawasan Tanjung Rema. Untungnya, hal itu tidak sampai membahayakan
nyawanya.
Á ÁSelanjutnya, pada 2008 juga, do Barabai, HST, Bahrudin aliasÔ h) 0*0*0*° ° Ô Udin Palui, tokoh LSM KSHNM yang kerap mengkritisi pemerintah
setempat juga mengalami nasib disiram dengan cuka getah, meski
tidak sampai mengakibatkan luka yang parah.
Á ÁRekan Udin Palui, yakni Syakrani alias Gus Dur pada Jumat, 12
Desember 2008, dipukul sejumlah orang yang disinyalir preman
suruhan orang tertentu di Jl Singakarsa Kandangan, HSS.
Á ÁIa diancam untuk tidak lagi mengkritik pemerintahan setempat,
jika ingin hidupnya tenang.
Á ÁYang sempat heboh, H Hasan, dedengkot aktivis yang juga mantan
Ketua KNPI Kalsel ditebas pakai sajam di tangannya, di Jl P
Samudra, 2009 lalu.
Á ÁKetua Pemuda Islam ini sebenarnya baru©baru saja menggelar
demo di Kejati Kalsel menyoal sejumlah kasus korupsi di Kalsel. Ã Ãadi

No comments: