Thursday, May 27, 2010

Dika Sempat Mau Menyerang Pembezuk

BANJARMASIN © Dika (18), pelaku pembunuhan terhadap ibu sendiri
kini masih terus diobservasi di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang
Lihum, Km 17 Gambut. Namun, kondisi kejiwaannya masih labil.
Bahkan, pembezuk yang notabene keluarganya sendiri dikabarkan
sempat diserang, meski berhasil digagalkan para perawat.
Á ÁDi sana, juga dirawat narpidana ketergantungan narkoba, Irwan
Hamdi dan rekannya Bobby Lesmana. Irwan alias Alui yang adalah
Waket DPRD Tanbu ini kini terancam dilengserkan dari kedudukannya
akibat terlibat sabu.
Á ÁDika (18) tersangka kasus pembunuhan terhadap ibu kandungnya
saat ini mendapat observasi visum dan berada di ruang Ulin untuk
menjalani perawatan.
Á ÁSedangkan Irwan Hamdi alias Alui, terpidana narkoba dan
dinyatakan ketergantungan menempati ruang detoxivikasi bersama Boby
Lesmana yang juga menderita ketergantungan.
Á ÁDari pantauan Mata Banua, Rabu (26/5) pagi, kedua terpidana
narkoba nampak tenang menjalani hari©hari mereka, yang saat itu
sedang santai di kamar sambil menonton acara televisi.
Á ÁDalam ruang tersebut memang mereka bisa bergerak bebas, namun
ruang tersebut tetap terkunci dari luar.
Á ÁSementara tersangka Dika yang mendapat observasi visum saat
ini kondisi masih belum stabil, bahkan informasi didapat terakhir
ayah dan keluarganya yang membezuk sempat menjadi objek
kemarahannya.
Á ÁPuncaknya, Dika berteriak dan tangannya terangkat seakan ingin
mencekik para pembezuk.
Á ÁMenurut salah seorang pegawai rumah sakit, Murjani, kalau
tersangka Dika saat ini masih belum stabil, baik emosi maupun
ekspresi wajahnya.
Á Á"Emosinya belum stabil sedangkan ekspresi wajahnya tidak
cerah, tatapan matanya tajam seperti ingin bermusuhan," katanya.
Á ÁSealin itu aspek pikiran tersangka juga masih kosong, dan ia
masih belum bisa dihubungkan dengan pasien yang lain.
Á Á"Dan selama itu pula pasien hanya kita berikan kebutuhan yang
mendasar untuk mengetahui diagnosanya, cenderungnya lebih ke arah
mana," ungkapnya.
Á ÁSaat ini tersangka tidak dikasih obat terkecuali kalau
diagnosanya sudah pasti, misalnya pasien memang mengalami gangguan
kejiwaan maka baru obat bisa dikasih.
Á ÁSedangkan mengenai dua terpidana yang menderita ketergantungan
yang saat ini tengah berada di ruang detoxivikasi, merupakan
tahapan pertama dalam perawatan.
Á ÁRuang tersebut merupakan ruang perawatan untuk membersihkan
racun yang ada dalam tubuh pasien dari narkoba tersebut.
Á ÁSalah satu cara yang paling efiktif adalah memberikan
perawatan dengan cara memberikan ketenangan bagi pasien, karena
biasanya orang yang mengalami ketergantungan tersebut selalu resah.
Á Á"Kalau pasien sakit kepala kita beri obat sakit kepala,
sedangkan bila pasien sedang resah atau tidak tenang maka akan kitaÔ h) 0*0*0*° ° Ô beri dukungan ditambah obat penenang," bebernya.
Á Á"Kalau dia sakit kepala terus resah, kemudian kita kasih obat
sesuai dengan standar ketergantungan, sebenarnya bukanlah langkah
yang tepat untuk melakukan penyembuhan," akunya.
Á ÁDikatakannya, bahwa dua terpidana narkoba Irwan Hamdi alias
Alui dan Bobby Lesmana mendapat perawatan mulai Rabu (19/5)
seminggu kemarin. Sedangkan tersangka Dika masuk Rumah Sakit Jiwa
Sambang Lihum, Minggu (23/5) kemarin. ris/adi

No comments: