Tuesday, May 4, 2010

CSAK Curigai DAK Disdik Batola

BANJARMASIN © Center Study Anti Korupsi (CSAK) melalui ketuanya,
Arijani Asnyari mencurigai adanya ketidakberesan dalam pengelolaan
dana alokasi khusus (DAK) untuk proyek peningkatan pendidikan di
Dinas Pendidikan (Disdik) Batola.
Á ÁSenin (3/5), menurut Arijani, pihaknya telah menyelidiki
proyek DAK di Disdik Batola dan tercium aroma yang kurang sedap,
mengingat ada indikasi kalau proyek dilaksanakan kurang wajar.
Á Á"Kita mencium indikasi KKN dalam pelaksanaan proyek DAK di
Disdik Batola yang seluruhnya bernilai Rp28 miliar itu," tukasnya.
Á ÁAroma KKN menurutnya semakin kental karena pelaksana dalam
proyek pengadaan buku©buku termasuk alat peraga pendidikan di
tingkat SD hingga SMP itu, diduga hanya dinikmati oleh segelintir
perusahaan yang diduga lagi memang sudah dekat dengan oknum pejabat
di Disdik Batola.
Á ÁArijani berharap kepada pihak Kejati Kalsel maupun Polda
Kalsel untuk melakukan langkah cegah dan tangkal sebelum terjadi
kerugian negara dalam proyek DAK tersebut.
Á ÁPencegahan bisa dilakukan dengan cara meminta klarifikasi
kepada oknum pejabat di Disdik Batola untuk menjelaskan kenapa
sampai muncul sinyalemen adanya KKN dalam pelaksanaan proyek
tersebut.
Á Á"Permintaan klarifikasi atau konfirmasi itu penting sebelum
terjadi hal©hal yang lebih merugikan keuangan negara," sarannya.
Á ÁMenurutnya, proyek DAK senilai Rp28 miliar tersebut rawan
penyimpangan karena melibatkan tiga perusahaan dari luar daerah.
Ironisnya, Kadin Kalsel, lanjutnya, tidak mengetahui atau tidak
dilibatkan dalam proses pengadaannya.
Á ÁDiduga, tiga perusahaan luar daerah Kalsel yang menggarap
proyek ini tergolong perusahaan besar.
Á ÁSementara itu, Kasi Penkum dan Humas Kejati Kalsel Johansyah
SH dikonfirmasi terkait sinyalemen tersebut mengatakan, pada
hakikatnya, pihaknya tetap menghargai setiap informasi dugaan
korupsi.
Á ÁHanya saja, pihaknya berharap agar dugaan korupsi perlu
disertai bukti, atau setidaknya ada bukti awal yang bisa dijadikan
bahan acuan kejaksaan dalam menelisik kasus tersebut.
Á Á"Informasi sekecil apapun akan diperhatikan kejaksaan. Jika
ada bukti dugaan penyimpangan, kejaksaan bisa saja melakukan
penelisikan," tukasnya.Ã Ã adi

No comments: