Thursday, May 20, 2010

Buat Tiruan Ineks Dari Obat Malaria

BANJARMASINÄ Ä © Boleh jadi para penikmat ineks di Banjarmasin bakal
lebih kebal terhadap serangan nyamuk malaria, sebab ineks yang
beredar di pasaran ada yang marlong (palsu) dan terbuat dari
campuran obat malaria.
Á ÁRabu (19/5), tersangka Udin (51) mengaku bahwa racikan ineks
marlong yang ia buat, terdiri dari obat malaria, pewarna baju, lem
cair dan bubuk. Semuanya dicampur kemudian dipress dalam cetakan
terbuat dari besi.
Á ÁHasilnya cukup mengagumkan, karena mirip sekali dengan ineks
asli, apalagi rasanya pahit, bahannya keras, berwarna coklat dan
ada logo "Suzuki".
Á ÁUdin, warga Jl Sejahtera III No 49 RT 09 Kelurahan Kelayan
Utara, Banjarmasin Tengah ini di depan penyidik dan wartawan
mempraktikkan bagaimana ia mencampur dan mencetak ineks palsu.
Á ÁAyah delapan anak ini mengaku, ia membuat sendiri cetakan
tersebut dan hanya sembarang saja mencampur bahan ineks palsunya
itu. "Obat malaria supaya ada rasa pahitnya, kemudian lem cair agar
bahannya lebih padat," jelasnya.
Á ÁPria setengah baya yang tahun 2006 juga pernah tersangkut
kasus serupa ini menerangkan, ineks palsunya laku dijual Rp15©20
ribu perbutir. "Dalam sehari bisa laku lima sampai 10 butir, tapi
saya tidak tahu berapa lagi si pemesan menjualnya di tempat
hiburan malam," akunya.
Á ÁUdin ditangkap di rumahnya oleh Sat I Dit Narkoba Polda
Kalsel, Senin (17/5) sekitar pukul 17.30 Wita, setelah ada
informasi bahwa ada seorang yang membuat ineks marlong dan lagi
bisa mengedarkan sabu.
Á Á"Sabu diantarkan orang ke rumah. 1 gram dibeli seharga Rp1,6
juta dan kemudian dipaket lagi menjadi paketan hemat," akunya.
Á ÁDari penggeledahan itu, polisi menemukan 23 butir ineks palsu,
enam paket sabu seberat 0,63 gram, plus perlengkapan produksi ineks
seperti cetakan, palu, bubuk, obat malaria, lem cair, pewarna
pakaian dan lain©lain.
Á ÁKasat I Dit Narkoba AKBP Made Wijana mengatakan, tersangka
Udin akan dijerat dengan pasal 112 UU No 35 Tahun 2009 tentang
Narkotika serta pasal 116 sub 196 UU Kesehatan.
Á Á"Di Kalsel ternyata selain ineks asli yang beredar juga ineks
marlong, baik yang diproduksi secara canggih maupun cuma manual.
Semuanya tentu sangat berbahaya jika dikonsumsi oleh penikmat.
Makanya kita berharap kerja sama dari masyarakat. Informasi sekecil
apapun akan ditindaklanjuti," ucapnya. Ã Ãadi

No comments: