Tuesday, May 11, 2010

Benny Kembali Dipanggil


BANJARMASINÄ Ä © Pengusaha hiburan, Benny Buntoso kembali menjalani
panggilan untuk memberikan keterangan tambahan di Sat I Dit Narkoba
Polda Kalsel, Senin (10/5). Benny datang didampingi kuasa hukumnya,
Fauzan Ramon SH.
Á ÁKepada wartawan, Fauzan membenarkan bahwa kliennya dimintai
keterangan tambahan seputar kepemilikan mobil Escudo. "Klien saya
dimintai keterangan tambahan, tentang siapa pemilik mobil sebelum
klien kami memilikinya. Escudo tersebut dibeli dari show room di
Surabaya beberapa tahun lalu," terangnya.
Á ÁSementara Kasat I Dit Narkoba AKBP Made Wijana mengakui,
pihaknya sengaja memanggil Benny, karena masih memerlukan
kesaksiannya seputar pemilik asal mobil.
Á ÁSebelumnya, Benny Buntoso membantah terlibat dalam kasus ineks
milik pasangan suami istri (pasutri), Yudi (33) dan Siti (27), usai
diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Sat I Dit Narkoba Polda
Kalsel, Selasa (27/4).
Á ÁBenny mengakui, kalau ia pernah menjual mobil Escudo kepada
Ayu pada tahun 2007 lalu seharga Rp130 juta secara nyicil.
Á ÁSelain itu, speaker mobil yang dijadikan barang bukti oleh
penyidik, juga memang speaker mobil dari mobil Escudo tersebut.
Á ÁSebagaimana diketahui, Dir Narkoba Polda Kalsel Kombes Pol
Agus Budiman Manalu melalui Kasat I Made Wijana menerangkan bahwa
speaker mobil yang dijadikan barang bukti oleh polisi, diduga
berasal dari mobil milik Ayu, warga Jl Mahligai, Kertak Hanyar.
Á ÁMenariknya, lanjut Made, mobil merk Escudo tersebut diakui Ayu
dibeli pada tahun 2007 lalu dari Benny Buntoso.
Á ÁYudi (33) dan Siti (27), dibekuk melalui aksi penyamaran di
Diskotek HBI Jl A Yani Km 4,5 Banjarmasin, Rabu (21/4) sekitar
pukul 23.00 Wita.
Á ÁDari tangan keduanya, polisi memperoleh barang bukti 45 kapsul
ineks, 10 butir ineks logo "Suzuki", sebungkus serbuk ineks seberat
5,80 gram, dua butir ineks logo "Toyota" dan tiga buah Hp yang
diduga dipakai untuk komunikasi bisnis mengedarkan ineks. Sebagian
ineks ditemukan polisi di dalam speaker mobil yang berada di rumah
tersangka.
Á ÁKedua tersangka terjerat pasal 114 ayat (1) subsidair pasal
112 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman
hukuman minimal lima tahun penjara. Ã Ãadi

No comments: