Friday, May 21, 2010

Anak Tunggal Cincang Ibu Sendiri

BANJARBARUÄ Ä © Kasus pembunuhan yang diduga kuat dilakukan Dika (18)
terhadap Darmatasiah (37) yang merupakan ibunya sendiri pada Kamis
(20/5) malam akan ditangani penyidik dari Sat I Krimum Dit Reskrim
Polda Kalsel.
Á ÁKapolresta Banjarbaru AKBP Aby Nursetyanto didampingi Kasat
Reskrim AKP Ari Lasta, Jumat (21/5) mengatakan, pihaknya hingga
kini belum mengetahui motif sesungguhnya mengenai pembunuhan
tersebut, karena tersangka tidak bisa diajak bicara. "Tersangka
hanya diam kalaupun memberikan jawaban hanya dengan gerakan
kepala," ujarnya.
Á ÁSulitnya memperoleh informasi dari tersangka yang diduga
mengalami stres sebut Ari menyebabkan pihaknya belum mengetahui
secara lengkap latar belakang peristiwa pembunuhan tersebut. "Kalau
melihat kondisi tersangka yang diduga mengalami stres mungkin
nantinya akan melibatkan psikiater," katanya.
Á ÁAri menambahkan, untuk sementara tersangka ditahan di sel
Polresta Banjarbaru, namun belakangan, tersangka dibawa ke Polda
Kalsel karena akan ditangani langsung oleh penyidik dari Polda
Kalsel.
Á ÁSementara itu, salah seorang keluarga tersangka yang
menjenguknya di Polres Banjarbaru menyatakan tidak menyangka kalau
peristiwa memilukan ini menimpa keluarga korban.
Á ÁKorban sendiri dikenal sebagai orang yang sering beribadah di
masjid dan sering mengikuti pengajian. Namun, tampaknya memang ada
keanehan pada diri tersangka, karena tersangka terlihat sering
berbicara sendiri.
Á Á"Orangnya memang pendiam dan tadi pun tidak bisa diajak
bicara," ujarnya.
Á ÁSementara itu, setelah shalat Jumat, korban dimakamkan di
tempat pemakaman umum di belakang Lapangan Tembak Satbrimobda
Kalsel. Tampak hadir dalam acara pemakaman tersebut, sanak
keluarga, para anggota Satbrimobda dan tetangga korban.
Á ÁSangat jelas terlihat kesedihan diwajah mereka yang menghadiri
pemakaman tersebut terlebih sanak keluarga dan tetangga korban.
Bahkan, setelah korban dimasukkan ke liang lahat seorang tetangga
korban pingsan. Proses pemakaman berjalan sekitar setengah jam
dengan diiringi gerimis.
Á ÁPada Kamis (20/5) sekitar pukul 20.00 Wita terjadi pembunuhan
yang menggegerkan warga di asrama Brimobda Kalsel. Bahkan, yang
lebih mengejutkan warga yang mengetahui peristiwa tragis tersebut,
tersangka pembunuhan itu diduga kuat dilakukan Dika yang merupakan
anak tunggal korban sendiri. Korban yang merupakan istri seorang
anggota Brimobda Kalsel Bripka Agung W, mengalami luka tak
beraturan di bagian kepala hingga otaknya berhamburan dan kedua
tangan putus akibat sabetan mandau tersangka. Ã Ãdio/adi


Ä ÄÃ ÃSempat Berwudhu Sebelum Ambil Mandau
SEBELUMÄ Ä korban Darmatasiah tewas diduga di tangan anak kandungnya
sendiri di rumahnya Jl Kenanga RT 1 RW 1 Guntung Payung Banjarbaru,Ô h) 0*0*0*° ° Ô korban sempat mengajak anaknya itu untuk shalat berjamah di masjid
tak jauh dari rumah.
Á ÁMenurut Kasat I Krimum Dit Reskrim Polda Kalsel AKBP Helfi
Assegaff, mereka berdua berangkat ke masjid untuk shalat maghrib
berjamah, dilanjutkan mengaji, dan selanjutnya shalat isya.
Á ÁKorban usai shalat kemudian pulang duluan, sementara Dika
masih bersalam©salaman dengan sesama jamaah shalat.
Á ÁSesampai di rumah, korban diduga beristirahat di kamar. Meski
rebahan, korban masih berdzikir. Dika kemudian datang ke rumah,
namun langsung ke pemandian untuk mengambil air wudhu.
Á ÁDiduga, Dika mesti berwudhu lagi, karena wudhu yang pertama
batal setelah buang angin. Selepas itulah diduga Dika mengambil
senjata tajam jenis mandau dan langsung menghampiri ibu yang telah
melahirkannya itu.
Á ÁEntah kenapa, Dika diduga secara membabi©buta mengayunkan
mandau itu ke arah ibunya yang sedang rebahan sedang berdzikir.
Teriakan korban tak dihiraukan, dan Dika diduga berkali©kali
menebaskan mandau itu, sehingga kedua tangan korban putus, bahkan
kepala bahu dan tubuh korban terluka parah. Ironisnya, otak korban
sampai berhamburan akibat kepalanya dicincang beberapa kali.
Á Á"Kita masih belum mengetahui motif tersangka. Makanya kita
masih mencoba melakukan pendekatan secara psikologis dengan dibantu
tenaga psikiater," ucapnya.
Á ÁHelfi menjelaskan bahwa tersangka dari penyelidikan pihaknya
tergolong introvert alias tertutup dan kurang bergaul, meskipun
otaknya tergolong cerdas. "Dia baru saja lulus SMA, nilainya pun
bagus©bagus karena banyak yang sembilan. Hanya saja, ia dikenal
introvert dan kurang banyak bergaul," paparnya.
Á ÁTersangka masih dalam penyidikan seraya didampingi Ahmadi SH
yang menjadi kuasa hukumnya. Dika di depan polisi lebih banyak
bungkam, karena diduga sedang depresi.
Á ÁMenjelang dipindahkan ke sel, maghrib kemarin, Dika mengaku
dirinya saat membunuh ibunya dalam keadaan sadar. "Ya sadar, tapi
aku khilaf," ujarnya singkat untuk kemudian seperti orang sedang
linglung. Ã Ãadi

No comments: