Wednesday, May 5, 2010

Acun Dikabarkan Ditahan

BANJARMASINÄ Ä © Buntut pengancaman dan perampasan tiga tongkang di
kawasan PT Daya Sakti, Jelapat Tamban, Batola, Acun yang dilaporkan
para eks karyawan PT Daya Sakti, datang sendiri ke Sat I Dit
Reskrim Polda Kalsel. Bahkan, terdengar kabar, Selasa (4/5), Acun,
ditahan dengan tuduhan pasal 336 KUHP mengenai pengancaman dan 335
ayat (1) perbuatan tidak menyenangkan serta UU Darurat No 12 Tahun
1951.
Á ÁAcun, manajer di PT Unggul Sumiati anak perusahaan PT Daya
Sakti ini didampingi kuasa hukumnya, Lia Tobing SH. Ia menerangkan,
tidak melakukan pengancaman, karena kedatangannya tidak disengaja,
hanya karena kebetulan lewat lokasi.
Á ÁMeski Kasat I Dit Reskrim AKBP Helfi Assegaff tidak mau
memberikan keterangan, namun informasi dari anggota penyidiknya,
Acun memang sudah ditahan. Hal yang sama diakui pula oleh Lia
Tobing, dengan keluarnya surat penahanan terhadap kliennya.
Á ÁSalah seorang eks karyawan PT Daya Sakti, Edi Yanto ketika
datang mengadu, Senin (3/5) lalu memperlihatkan bekas benda di
lehernya yang diyakininya merupakan senjata tajam milik Acun yang
dikalungkan ke lehernya.
Á Á"Sambil mengalungkan sajam ke leher saya, ia meneriaki saya
agar pergi menjauh kalau ingin nyawa selamat," tukas Edi.
Á ÁSebelumnya, sejumlah perwakilan didampingi puluhan eks
karyawan PT Daya Sakti à ÃnglurugÄ Ä ke Dit Reskrim Polda Kalsel. Mereka
datang untuk mengadukan peristiwa penodongan dan pengancaman yang
menimpa beberapa rekan mereka, Senin (3/5).
Á ÁPeristiwa penodongan dan pengancaman itu sendiri berlangsung
Minggu (2/5) malam sekitar pukul 19.30 Wita di kawasan PT Daya
Sakti, Jelapat, Tamban, Batola.
Á ÁBerdasar penuturan korban penodongan, Edi Yanto, malam itu ia
bersama sejumlah rekannya eks karyawan PT Daya Sakti, sedang
berjaga di pos untuk menjaga tiga tongkang, yakni Virgo 9, Virgo 88
dan Virgo 38.
Á ÁPenjagaan tersebut dimaksudkan untuk mengamankan aset eks
perusahaan tempat mereka bekerja agar tidak jatuh ke tangan orang
yang tidak berkepentingan. Ketiga tongkang plus dua alat berat
crane masing©masing di Virgo 9 dan Virgo 88 diklaim eks karyawan
sebagai jaminan untuk pesangon mereka nanti, pasca pailitnya
perusahaan PT Daya Sakti.
Á ÁNamun, tiba©tiba terjadi peristiwa datangnya Acun dan sejumlah
anak buahnya melakukan pengancaman terhadap Edi dkk, sehingga Acun
berhasil membawa ketiga tongkang menjauh dari lokasi.
Á ÁSementara itu, Tumen, Ketua SPSI Kalsel menyayangkan aksi
penodongan dan pengancaman terhadap perwkailan eks karyawan PT Daya
Sakti. "Padahal, sesuai perjanjian pada 6 April 2010, antara kami
dengan pihak PT Daya Sakti, ketiga tongkang termasuk dalam status
quo. Jadi sudah tidak benar kalau tongkang©tongkang itu dijual ke
pihak lain. Tongkang itu hanya bisa dilakukan perawatan dan tidak
bisa dipindahtangankan sampai masalah tuntutan pesangon selesai,"
kata Tumen.
Á ÁBahkan, lanjutnya, dalam perjanjian itu, selain pihaknya yang
bertanda tangan, juga ada saksi©saksi seperti Christian Suria,Ô h) 0*0*0*° ° Ô Titin dan Suhadi, wakil dari DSUC. Ã Ãadi

No comments: