Monday, May 3, 2010

10 Laptop Curian Diserahkan

BANJARMASINÄ Ä © Sekitar 10 buah laptop hasil curian sindikat
spesialis pencuri laptop yang berlagak sebagai petugas PLN, Senin
(3/5) hari ini akan diserahkan kepada para pemiliknya.
Á ÁPenyerahan akan dilaksanakan di Dit Reskrim Polda Kalsel. Para
pemilik oleh polisi diperbolehkan mengenali laptop miliknya yang
pernah dicuri dengan jalan mencocokkan data dalam komputer maupun
kuitansi pembeliannya.
Á ÁDir Reskrim Polda Kalsel Kombes Pol Achmat Juri mengatakan,
pihaknya sudah menyelesaikan pendataan barang bukti hasil curian
para sindikat pencuri.
Á Á"Nah, Senin nanti, silakan para pemilik yang merasa laptopnya
dicuri untuk mengenali dan mengambil laptop miliknya yang ada di
kantor kami," ujar Juri, akhir pekan tadi.
Á ÁJuri berpesan agar warga berhati©hati meninggalkan rumahnya,
karena banyak modus seperti orang yang berpura©pura menjadi petugas
PLN mengecek KWH listrik, namun ternyata bertujuan jahat, mencuri
barang berharga di dalam rumah.
Á ÁSebelumnya, petugas Dit Reskrim Polda Kalsel berhasil
meringkus enam tersangka spesialis pencuri laptop, Selasa (30/3).
Sebagian ada yang ditangkap di Banjarbaru dan sebagian lagi di
Banjarmasin.
Á ÁSindikat yang menyamar menjadi petugas pencatat KWH listrik
ini berasal dari Cirebon, Jabar. Mereka masing©masing, ZW, KA, DN,
MK, DR dan SP.
Á ÁTertangkapnya sindikat itu berkat informasi dari warga
dipadukan penyelidikan yang akurat dari petugas di lapangan. Dari
tangan para tersangka, polisi menyita barang bukti berupa 13 buah
laptop berbagai merk, 10 Hp berbagai merk, perhiasan berbagai
jenis, dompet dan lain©lain yang diduga hasil kejahatan sindikat.
Á ÁSelain itu, perlengkapan kejahatan sindikat juga diamankan,
seperti sejumah taspen 9alat penguji arus listrik), ID carad
karyawan PLN palsu, stiker KWH PLN palsu, dan lain©lain.
Á ÁSP kepada wartawan mengakui bahwa kedatangan mereka ke
Banjarmasin dan Banjarbaru memang sengaja ingin melakukan pencurian
barang elektronik, khususnya laptop dari rumah yang ditinggal
pemiliknya.
Á Á"Laptop itu rencananya kami jual ke Jakarta, dengan harga
Rp2,5 juta tiap laptop. Sebagian ada yang sudah dijual untuk biaya
operasional," aku pria yang tertangkap bersama rekannya saat jalanªjalan di Guntung Manggis, Banjarbaru.
Á ÁModus sindikat ini adalah, datang ke rumah yang diperkirakan
memiliki laptop di dalamnya, namun sedang kosong karena ditinggal
penghuninya pergi bekerja. Penampilan mereka layaknya petugas PLN,
lengkap dengan atribut maupun peralatan yang dibawanya.
Á ÁSeorang akan berpura©pura mengecek KWH listrik, sementara
seorang lagi mengendap©endap lalu membongkar paksa jendela maupun
pintu rumah calon korbannya. Ã Ãadi

No comments: