Sunday, April 18, 2010

Spesialis Pencuri Uang Nasabah Dibekuk

BANJARMASINÄ Ä © Salah seorang anggota komplotan spesialis pencuri
uang nasabah bank, Yani alias Amat Lahung (38) berhasil dibekuk
aparat Unit Resmob Sat I Krimum Dit Reskrim Polda Kalsel di
Jembatan Basirih, Kamis (15/4) malam sekitar pukul 22.00 Wita.
Á ÁIronisnya, Amat Lahung, warga Pekauman Gg Nilam Banjarmasin
Selatan ini sebenarnya dalam kondisi cacat, dan jalan terpincangªpincang karena beberapa tahun lalu pernah didor polisi akibat kasus
serupa.
Á ÁJumat (16/4), Dir Reskrim Polda Kalsel Kombes Pol Achmat Juri
mengatakan, tersangka adalah residivis dan sudah lama menjadi
target operasi (TO) anggotanya.
Á ÁTersangka ditangkap ketika sedang mengendarai sepeda motor
Yamaha Mio yang ternyata hasil kejahatannya juga di Samarinda,
Kaltim. "Rupanya, dalam beraksi, tersangka tidak sendiri, melainkan
sudah berkelompok atau memiliki jaringan. Boleh dikata, kejahatan
mereka sudah lintas provinsi. Selain di Banjarmasin, mereka beraksi
di Samarinda, Kaltim," terang Juri.
Á ÁMenurutnya, sasaran tersangka dan komplotannya biasanya adalah
nasabah yang baru keluar dari bank dan membawa uang. Modusnya,
mobil korban digembosi di tengah jalan. Ketika korban lengah,
tersangka lalu beraksi mengambil uang di dalam mobil.
Á Á"Dari pengakuan tersangka, ada sekitar 11 aksi yang pernah
dilakukannya bersama teman©temannya, sebagian besar terjadi di
Samarinda dan sebagian lagi di Banjarmasin," jelasnya.
Á ÁJuri menegaskan, pihaknya masih terus menginterogasi tersangka
untuk mengetahui keberadaan rekan©rekan tersangka yang masih belum
tertangkap.
Á Á"Kita bisa memastikan, komplotan mereka ini banyak. Makanya
kita akan melakukan pengembangan untuk meringkus kawanannya yang
lain. Kita juga akan berkoordinasi dengan Polda Kaltim, sebab siapa
tahu, para pelaku masih bersembunyi di Kaltim," bebernya.
Á ÁDitambahkan, Amat Lahung sudah beberapa kali masuk penjara
akibat aksi serupa.
Á ÁPada tahun 2000, tersangka pernah beraksi di Jl A Yani Km 1
dekat bengkel variasi mobil. Amat Lahung kemudian divonis penjara
selama sembilan bulan.
Á ÁKemudian pada 2003, Amat Lahung selepas dari penjara kembali
beraksi di simpang tiga Teluk Dalam namun tertangkap. Ia kemudian
divonis tujuh bulan penjara.
Á ÁMasih tak jera juga, Amat Lahung pada 2004, kembali mencuri
uang nasabah di Banjarmasin dan akibatnya ia kembali masuk sel
selama enam bulan.
Á ÁDalam pengejaran, polisi pernah menghadiahi tersangka dua
butir timah panas di kaki tersangka, sehingga tersangka berjalan
pincang. Namun, hal itu tetap saja tidak membuat Amat Lahung jera,
karena keluar penjara, ia lagi©lagi bergabung dengan komplotan
spesialis pencuri uang nasabah. Ã Ãadi

No comments: