Friday, April 23, 2010

Serbuk Ineks Dalam Speaker Mobil

BANJARMASINÄ Ä © Pasangan suami istri (pasutri), Yudi (33) dan Siti
(27) dibekuk jajaran Sat I Dit Narkoba Polda Kalsel akibat
mengedarkan ineks di Diskotek HBI Jl A Yani Km 4,5 Banjarmasin,
Rabu (21/4) sekitar pukul 23.00 Wita.
Á ÁDari tangan keduanya, polisi memperoleh barang bukti 45 kapsul
ineks, 10 butir ineks logo "Suzuki", sebungkus serbuk ineks seberat
5,80 gram, dua butir ineks logo "Toyota" dan tiga buah Hp yang
diduga dipakai untuk komunikasi bisnis mengedarkan ineks.
Á ÁKedua tersangka terjerat pasal 114 ayat (1) subsidair pasal
112 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman
hukuman minimal lima tahun penjara.
Á ÁKamis (22/4), Dir Narkoba Polda Kalsel Kombes Pol Agus Budiman
Manalu melalui Kasat I Dit Narkoba AKBP Made Wijana menjelaskan,
mulanya, pihaknya berhasil menangkap pasutri, warga Jl Veteran Gg
Sepakat No 154A RT 38 RW 8 Kelurahan Kuripan Banjarmasin Timur
melalui aksi penyamaran.
Á ÁMalam tersebut, Siti dipancing oleh seorang petugas yang
berpura©pura sebagai pembeli. Siti menyerahkan lima kapsul ineks di
diskotek. Namun, begitu barang haram itu diserahkan, Siti langsung
diamankan.
Á ÁKetika ditanya dari mana sumber ineks, Siti mengakui bahwa
ineks dari suaminya yang saat itu sedang menunggunya di parkiran
HBI. Kemudian, polisi bergerak dan menangkap Yudi. Yudi tak
berkutik dan menyerahkan 40 kapsul ineks.
Á ÁTak percaya bahwa ineks hanya itu saja, kemudian dilakukan
pengembangan ke kediaman pasutri tersebut. Sehingga petugas kembali
menemukan barang bukti lagi, 50 butir ineks, serta serbuk ineks
seberat 5 gram lebih di dalam speaker mobil.
Á ÁKepada polisi, pasutri mengakui bahwa ineks tersebut tanpa
sengaja mereka temukan di dalam speaker mobil tersebut. Karena
dalam bentuk serbuk, maka serbuk itu lalu dikemas dalam kapsul
untuk dijual seharga Rp150 ribu satu kapsul.
Á ÁYudi yang mengaku sebagai buruh ini menambahkan, speaker mobil
tersebut dibelinya dari Ayu, warga Jl Mahligai, Kertak Hanyar
seharga Rp100, sekitar dua minggu lalu.
Á ÁAyu yang diperiksa sebagai saksi mengakui bahwa speaker mobil
tersebut berasal dari mobilnya. Mulanya, mobil tersebut ia beli
dari Benny Buntoso, pengusaha muda pada tahun 2007.
Á ÁSpeaker mobil tersebut setelah beberapa lama dianggap kurang
nyaman dipandang, sehingga dilepas dari dalam mobil dan dibiarkan
teronggok di garasi rumahnya.
Á ÁSelanjutnya, kepada sopirnya, Ipsi, Ayu menyuruh supaya
speaker tersebut dijual saja. Kebetulan, yang membeli speaker
adalah saudara Ipsi sendiri, yakni Yudi.
Á ÁDalam pemeriksaan, Ayu membantah mengetahui isi dalam speaker
mobil tersebut. Meski demikian, Ayu dijadikan saksi. Bahkan, ketika
selesai pemeriksaan, Ayu yang mantan istri pengusaha minyak ini
dikawal petugas.
Á ÁApakah ada hubungan jaringan antara pengedar ineks tersebut
dengan Ayu atau bahkan Benny Buntoso yang selama ini dicurigai
aparat, masih belum diketahui. Kasus sendiri menurut Made masihÔ h) 0*0*0*° ° Ô terus didalami dan dikembangkan. Ã Ãadi

No comments: