Wednesday, April 7, 2010

Rendak Kasus Korupsi Setda Banjar Disiapkan

BANJARMASINÄ Ä © Kasus korupsi di Setda Banjar dengan tersangka YA dan
Rz semakin dekat ke pengadilan. Pihak jaksa kini menyiapkan rencana
dakwaan (rendak) untuk dibawa ke Pengadilan Negeri (PN) Martapura.
Á ÁYA, mantan Sekda Banjar dan Rz, mantan Bendahara Setda Banjar
kini mendekam di LP Martapura sejak beberapa hari lalu, menyusul
berkas keduanya sudah dianggap lengkap atau P©21.
Á ÁSelasa (6/4), As Pidsus Kejati Eerwindu SH mengatakan, YA dan
Rz telah mereka serahkan ke Kejari Martapura. "Kini, pihak Kejari
Martapura sedang menyiapkan jaksa penuntut umum (JPU) dan rendakªnya. Persidangan akan digelar di PN Martapura sesuai à Ãlocus de
lictiÄ Ä©nya," terangnya.
Á ÁErwindu menambahkan, dalam kasus yang diduga merugikan
keuangan negara senilai Rp7 miliar itu, Bupati Banjar HG Khairul
Saleh bisa saja dihadirkan ke persidangan bila kesaksiannya
memiliki nilai pembuktian yang tinggi.
Á Á"Hanya saja, kita memandang belum perlu memeriksa kesaksian
Bupati Banjar, karena dana yang dikorup tersangka berada di pos
anggaran Setda Banjar yang pertanggungjawaban penggunaannya
sepenuhnya berada di tangan Sekda Banjar kala itu," bebernya.
Á ÁDana senilai Rp7 miliar itu, diduga panjar yang digunakan tak
sesuai peruntukan, yakni Rp2006 senilai Rp5 miliar, kemudian 2007
senilai Rp1,7 miliar dan 2008 lebih dari Rp1 miliar.
Á ÁKasus ini bermula dari penelusuran Badan Pemeriksa Keuangan
(BPK), di mana ada kejanggalan di pos anggaran Setda Banjar, 2006ª2007.
Á ÁDana lebih dari Rp7 miliar ternyata disimpan Rz di Bank Mega
yang justru memakai rekening pribadi Rz. Pada 2 Oktober 2007, dana
itu senilai Rp5,5 miliar kemudian dikembalikan lagi ke BPD
Martapura.
Á ÁHanya saja, Rz tak bisa menunjukkan bukti©bukti pengeluaran
terkait sisa penggunaan anggaran sebesar Rp1,8 miliar. Selain itu,
BPK juga mencatat, sekitar Rp52 juta dari hasil bunga simpanan di
Bank Mega, juga tidak jelas ke mana saja alirannya.
Á ÁBerdasar informasi, dana di pos Setda Banjar itu kerap
dipinjam oleh sejumlah pejabat teras di Kabupaten Banjar. Hanya
saja, pinjaman itu sebagian diinformasikan sudah dikembalikan lagi
ke Setda Banjar. Namun, Sekda Banjar, YA justru tidak bisa
membuktikan kalau dana itu belum dikembalikan, sehingga
pertanggungjawaban poenggunaan anggaran yang tidak jelas itu,
sepenuhnya berada di pundak YA.

No comments: