Friday, April 30, 2010

Minggu Depan Giliran Tersangka

BANJARMASINÄ Ä © Setidaknya sudah 24 orang saksi yang diperiksa tim
penyidik Kejati Kalsel sehubungan kasus dugaan korupsi proyek
distribusi listrik Tapin 2009 ini. Minggu depan, diperkirakan akan
dilanjutkan pemeriksaan terhadap tujuh tersangka.
Á ÁKasi Penkum dan Humas Kejati Kalsel Johansyah SH didampingi
ketua tim penyidik, Agus Suroto SH, beberapa waktu kemarin
menginformasikan, pemeriksaan saksi sudah hampir selesai.
Á Á"Kalau kemarin sudah 19 saksi, maka hari ini ada sekitar lima
saksi yang diperiksa, sehingga total saksi yang sudah dimintai
keterangan ada 24 orang. Mereka adalah peserta lelang dan lain©lain
yang kita anggap mengetahui masalah proyek ini," cetusnya.
Á ÁMengingat pemeriksaan saksi sudah hampir rampung, maka
penyidik sudah menjadwalkan pemeriksaan para tersangka, yakni
Hel, kader Partai Patriot dan anggota Fraksi Papadaan di DPRD HST,
kemudian panitia lelang proyek, yakni Mas (ketua panitia), Hsn,
Sug, Rah dan Nita. Seorang lagi di berkas terpisah adalah Suk, staf
di Dinas Pertambangan dan Energi Mineral (Distamben) Tapin.
Á Á"Minggu depan kita agendakan pemeriksaan para tersangka.
Jadwal dan pemanggilan tersangka sudah dilaksanakan," cetusnya.
Á ÁDisinggung apakah para tersangka akan langsung dilakukan
penahanan, Johansyah mengatakan bahwa hal itu belum bisa
diterangkan saat ini, karena bergantung bagaimana pertimbangan
penyidik.
Á ÁMenurutnya, penyidik sudah melakukan pengecekan langsung ke
pabrikan tiang listrik maupun kabel, sehingga penyidik bisa
mengetahui harga sebenarnya peralatan tersebut.
Á ÁBerdasar asumsi penyidik, dari nilai proyek sebesar Rp5,5
miliar, diperkirakan terdapat à Ãmark©upÄ Ä sebesar Rp1,1 miliar akibat
dari penggelembungan harga barang.
Á Á"Namun, ini baru asumsi penyidik, karena untuk perkiraan
kerugian negara yang valid dan akan digunakan di dalam persidangan,
tentunya berdasar hasil perhitungan dari BPKP Kalselteng," katanya.
Á ÁBPKP Kalselteng sudah dimintai bantuan untuk melakukan
perhitungan, dan diperkirakan dalam waktu dekat, hasil perhitungan
sudah bisa diterima dari BPKP Kalselteng.
Á ÁSebelumnya pada Kamis (8/4), penyidik Kejati Kalsel memanggil
delapan orang pengusaha. Namun, yang bisa hadir memenuhi panggilan
penyidik cuma empat orang, masing©masing Isnaniah, H Mulyani,
Fitriyadi dan Rusmiati.
Á ÁSementara empat orang lainnya batal hadir, yakni Ali,
Suriansyah, Farid dan Abdul Majid Ahmad, namun belakangan juga
sudah memenuhi panggilan untuk memberikan kesaksiannya.
Á ÁBerdasarkan hasil pemeriksaan sejauh ini, memang ada indikasi
sangat kuat bahwa proses lelang bermasalah, sehingga sampai muncul
à Ãmark©upÄ Ä.
Á ÁSemestinya, dalam lelang itu, panitia lelang memiliki harga
perkiraan sendiri (HPS). Namun, nyatanya HPS ini tidak ada. Justru
yang ada adalah à Ãenginer estimateÄ Ä (EE) atau perkiaraan harga
penawaran dari konsorsium. Nah, hanya EE itu yang digunakan panitiaÔ h) 0*0*0*° ° Ô lelang. Padahal, hal itu sudah menyalahi ketentuan.
Á ÁDikatakan ketua tim penyidik, Agus Suroto sesuai peraturan,
setelah EE diperoleh panitia lelang, maka panitia lelang membuat
HPS. Sementara, yang terjadi, panitia lelang cuma berpatokan pada
EE yang dibuat Helmi, sementara HPS yang harusnya dibuat berdasar
EE, malah tidak ada.
Á ÁLelang dan pelaksanaan proyek distribusi listrik ini terjadi
tahun 2009 lalu dan dilaksanakan oleh Distamben Tapin. Nilai proyek
yang tercatat adalah Rp5,5 miliar, meski ada versi lain menyebutkan
Rp7 miliar.
Á ÁDalam pelaksanaan tender, tercatat ada sembilan perusahaan
yang memenangkan lelang. Hanya saja, dari desas©desus, kesembilan
perusahaan merupakan perusahaan yang dimiliki orang©orang dekat
dengan oknum di dinas tersebut.
Á ÁBegitu ada informasi bahwa proyek pemasangan tiang dan kabel
listrik di Desa Lokpaikat, Salam Babaris, Hatungun, Binrang dan
Tandui terindikasi di©Ã Ãmark upÄ Ä, maka Kejati Kalsel dibantu Kejari
Rantau melakukan penyelidikan.
Á ÁSetelah beberapa waktu dilakukan pemeriksaan terhadap pejabat
dan staf di Distamben Tapin, ditambah pengusaha kontraktor proyek,
maka kejaksaan merasa cukup untuk meningkatkan kasus ini dari tahap
penyelidikan ke tingkat penyidikan. Ã Ãadi

No comments: