Thursday, April 15, 2010

Lihan Dipindah Ke LP Martapura

BANJARMASINÄ Ä © Lihan, bos PT Tri Abadi Mandiri naik mobil KIA
Travello warna krim DA 1236 EK. Namun, bukan anak buahnya yang
menyetir, melainkan para penyidik Polda Kalsel dan aparat Kejati
Kalsel yang akan membawanya ke LP Martapura, selepas penyerahan
tahap dua sukses berjalan, Senin (12/4) sekitar pukul 14.25 Wita.
Á ÁMengenakan baju kaos warna biru tua dan celana setengah tiang,
mantan miliuner ini didampingi kuasa hukumnya dari Kantor Pengacara
Masdari Tasmin SH MHum.
Á ÁIa baru saja selesai menjalani proses penyerahan tahap dua
dari penyidik Dit Reskrim Polda Kalsel ke Kejati Kalsel.
Á ÁDir Reskrim Kombes Pol Achmat Juri melalui Kompol Ery Sulistio
mengatakan, setelah bekerja hampir 120 hari, pihaknya berhasil
menyelesaikan pemeriksaan maupun pembuatan berkas kasus Lihan.
Á Á"Hari ini dia kita serahkan ke Kejati Kalsel bersama barang
bukti. Berarti, tugas penyidikan untuk Lihan sudah selesai. Tinggal
berkas istrinya, Hj Jum yang kini masih berkutat pada perbaikan
berkas," aku Ery.
Á ÁDikatakan, ada sejumlah kendala kenapa kasus Lihan memakan
waktu yang cukup lama, bahkan sampai menjelang batas akhir
penahanan.
Á Á"Mengingat sejumlah saksi tersebar di berbagai kota, seperti
Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Surabaya dan lain©lain. Di samping
itu, aset©aset yang akan disita juga tersebar di tempat yang slaing
berjauhan. Bahkan, banyak bank di mana rekening Lihan terdapat.
Penyidikan itu memakan waktu yang cukup lama dan menguras tenaga,"
ucapnya.
Á ÁMengenai istri Lihan, lanjutnya, pihaknya berupaya melengkapi
berkas dengan pergi ke Jekarta untuk meminta keterangan saksi ahli
dari BI, PPATK dan pakar ahli hukum pidana. "Itu untuk à Ãlegal
opinionÄ Ä," imbuhnya.
Á ÁSementara itu, Kamaluddin, kuasa hukum Lihan mengharapkan agar
Kejati Kalsel mau memperhatikan surat permohonan pihaknya agar
Lihan ditahan di Polda Kalsel saja, mengingat keamanan Lihan
terancam jika berada di LP.
Á Á"Permohonan sudah kita masukkan, mudah©mudahan ditanggapi,
karena ancaman terhadap Lihan cukup merisaukan," katanya.
Á ÁSementara Kajati Kalsel, Abdul Taufiq SH didampingi Kasi
Penkum dan Humas Johansyah mengatakan, pihaknya sudah menerima
penyerahan tahap dua dari penyidik Dit Reskrim Polda Kalsel.
Á Á"Selanjutnya, penahanan Lihan selama 20 hari akan kita lakukan
dan dia dititipkan di LP Martapura. Barang bukti juga sudah
diserahkan baik berupa mobil, berkas tentang rekening dan asetªaset. Selanjutnya, kita sudah menyiapkan tim JPU. Sidang akan
digelar di PN Martapura sesuai domisili terdakwa dan sebagian besar
saksi," cetusnya.
Á ÁDiakui Taufig, memang ada permohonan kuasa hukum Lihan agar
Lihan tetap ditahan di Polda Kalsel. "Ya kita tidak bisa berandaiªandai. Lihan ditahan di LP Martapura untuk memudahkan pemeriksaan
di pengadilan. Kalau ditahan di Polda Kalsel justru akan memakan
waktu lagi. Kalau memang terjadi sebagaimana kekhawatiran kuasa
hukum, kita akan berkoordinasi dengan LP Martapura dan Polda Kalsel
tentang bagaimana langkah selanjutnya," bebernya.
Á ÁÔ h) 0*0*0*° ° ÔŒÁ ÁLihan bersama istrinya dituduh telah melakukan tindak pidana
penipuan (pasal 378 KUHP), penggelapan (pasal 372), pasal 46 UU No
10 Tahun 1998 tentang Perbankan dan juga pasal 59 UU No 21 Tahun
2008 tentang Perbankan Syariah serta UU No 15 Tahun 2003 tentang
Pencucian Uang.
Á ÁHj Jum dikenakan pasal 55 KUHP, karena diduga turut serta
menyukseskan tindakan yang dilakukan suaminya, sehingga merugikan
3.700©an investornya senilai Rp817 miliar.
Á ÁIronisnya, dari hasil penyidikan, aset yang berhasil disita
dari tangan Lihan, baik berupa rekening, rumah, mobil dan lainªlain, totalnya hanya berkisar Rp30 miliar.

No comments: