Thursday, April 22, 2010

Korban Banjir Banjar "Serbu" Duta TV


BANJARMASINÄ Ä © Para karyawan wanita di Kantor Duta TV Jl Pramuka
Kompleks SMK 2 Banjarmasin menjadi ketakutan dan sebagian syok,
karena tepat di Hari Kartini, kantor mereka kedatangan massa lebih
dari 50 orang yang mengatasnamanakan dirinya sebagai korban banjir
di Kabupaten Banjar, Rabu (21/4).
Á ÁSebagian massa berteriak keras, sehingga memecah kesunyian
kantor yang memang ditinggal sebagian karyawan pria untuk liputan
ke lapangan. Massa datang serempak diangkut lima buah mobil Colt
warna orange, khas taksi jurusan Banjarmasin©Martapura.
Á Á"Saya ketakutan, karena sebagian massa berteriak©teriak keras.
Begitu jug karyawan wanita lainnya. Kebetulan, kantor hanya sedikit
karyawan prianya, karena yang lain masih bertugas di lapangan,"
ungkapnya.
Á ÁBeruntung, massa tidak melakukan pengrusakan atau berbuat
anarkis lainnya. Hanya saja, sebagian massa ada meneriakkan agar
wartawan Duta TV liputan Kabupaten Banjar, Tarida Sitompul dihabisi
dan dipecat.
Á Á"Habisi Sitompul," kata Hani, karyawan Duta TV menirukan
kembali teriakan tersebut. Menurut Hani, teriakan massa semakin
membuat mereka ketakutan. Namun, kalimat teriakan berubah lagi.
"Pecat Sitompul," kata Hani kembali menirukan teriakan sebagian
massa itu.
Á ÁYusmandani, satpam Duta TV mengakui, ia agak kaget karena
begitu banyak massa mendatangi kantor tersebut. "Ada lima taksi
oranye yang penuh penumpang. Mereka mengaku perwakilan korban
banjir mau memprotes isi pemberitaan Duta TV terkait masalah banjir
di Kabupaten Banjar," akunya.
Á ÁGeneral Manager Duta TV, Agung Wahono kemudian mempersilakan
perwakilan massa untuk berdialog di dalam ruang kerjanya. "Waktu
itu ada delapan orang yang bersedia saya ajak dialog. Sementara 40ªan lainnya berada di lobi. Di antara perwakilan itu, ada yang
mengaku bernama Abu dan Aliansyah," bebernya.
Á Á"Mereka mengatakan, berita bahwa bantuan Pemkab Banjar kepada
korban banjir terkesan lamban adalah tidak benar. Mereka mengklaim,
justru mereka sebagai korban banjir sudah mendapat bantuan dari
Pemkab Banjar sejak awal," katanya.
Á ÁTak cuma memprotes berita, perwakilan pendemo justru meminta
agar Tarida Sitompul, wartawan Duta TV tersebut jangan lagi beredar
di Kabupaten Banjar. "Bahkan, mereka meminta kepada kami untuk
menarik kartu pers Tarida Sitompul dan kalau perlu memecatnya dari
bekerja di Duta TV. Jika hal itu tidak dilakukan, mereka akan
kembali lagi ke Duta TV melakukan aksi serupa," kata Agung sambil
geleng©geleng kepala.
Á ÁSementara itu, Dirut PT Duta Televisi Indonesia, Saifuddin
didampingi Agung dan Manajer Produksi Duta TV Yudi mengatakan,
pihaknya akan secara arif melihat permasalahan tersebut.
Á Á"Media sebagai kontrol sosial tentunya wajar jika menghadapi
ada pro dan kontra. Kami tentunya sudah berusaha memberitakan suatu
peristiwa secara proporsional dan profesional sesuai dengan kaidah
jurnalistik. Namun, kami juga akan memverifikasi wartawan
bersangkutan termasuk beritanya, apakah sudah memenuhi kaidahÔ h) 0*0*0*° ° Ô«kaidah jurnalistik ataukah tidak," cetusnya.
Á ÁMenurutnya, pihaknya juga telah menawarkan kepada pendemo
apakah akan menggunakan hak jawabnya. Sebab, Duta TV akan terbuka
jika memang pendemo menuntut hak jawab.
Á Á"Nah, jika tuntutannya harus memecat wartawan bersangkutan,
tentunya, kami memiliki standar©standar yang harus dipenuhi dan itu
merupakan internal perusahaan," ucapnya.
Á ÁSementara itu, sejumlah aparat Polsekta Banjarmasin Timur
dipimpin Kanit Reskrim Ipda Nur Rochim datang ke Duta TV, meskipun
massa pendemo sudah balik kanan bersama lima buah taksi oranye.
Á ÁKanit Reskrim kemudian menggali informasi dari petinggi Duta
TV tentang kejadian tersebut.
Á ÁAksi tersebut memunculkan desas©desus bahwa massa yang datang
tidak murni dari korban banjir. Pasalnya, jika memang berita
tersebut kurang benar, semestinya Pemkab Banjar yang lebih berhak
melakukan protes, bukan korban banjir. Ã Ãadi

No comments: