Wednesday, April 21, 2010

Kapolres Tanbu Bantah Dirinya Markus


BANJARMASINÄ Ä © Kapolres Tanah Bumbu (Tanbu) AKBP Iriyanto membantah
keras bahwa dirinya diduga sebagai mafia kasus (markus) apalagi
sebagai mafia pertambangan. Meski demikian, ia memang mengakui ada
dipanggil Kapolda Kalsel Beigjen Pol Untung S Rajab, sehubungan
mencuatnya isu yang dilemparkan oleh Sekretaris Satgas Mafia Hukum,
Denny Indrayana.
Á Á"Saya ini penegak hukum, dalam bertindak pun selalu didasari
hukum. Saya justru membela hukum, jadi bagaimana mungkin saya
justru dicurigai sebagai mafia kasus atau mafia pertambangan,"
tegasnya, Selasa (20/4).
Á ÁIriyanto bahkan mempersilakan kepada Satgas Mafia Hukum yang
dibentuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menyelidiki
atau memeriksa dirinya. "Sebagai aparat penegak hukum, saya siap
jika memang Satgas ingin memeriksa saya. Tak ada hal©hal yang harus
ditutup©tutupi," kata ayah dua anak ini.
Á ÁIriyanto mengakui begitu isu itu mencuat, dirinya ada
dipanggil Kapolda baru©baru tadi. "Kepada beliau saya terangkan apa
adanya bahwa saya tidak ada kaitannya dengan markus," paparnya.
Á ÁMenurutnya, kalaupun muncul dugaan bahwa dirinya sebagai
markus hanya karena tidak bisa dikonfirmasi, sementara semua
kapolres sudah membantah di media massa, maka hal itu bukan berarti
lantas dirinya yang layak dicurigai.
Á Á"Terus terang, saya bukan pejabat yang susah dihubungi. Setiap
waktu, Hp saya selalu aktif. Dan lagi, apakah hanya karena banyak
tambang di Tanbu, lalu saya diduga sebagai mafia pertambangan. Kan
masih ada daerah lain yang kaya tambang, mulai Tabalong, Tapin,
Banjar, Tanah Laut dan Kotabaru," imbuhnya.
Á ÁKapolres Tanbu juga menambahkan, jika masih kurang percaya
dengan bantahannya, silakan dicek harta kekayaannya maupun
sumbernya dari mana. "Rumah saya ada di Kompleks Bunyamin I Jl A
Yani Km 5. Istri dan dua anak saya juga tinggal di sana. Boleh
cek," katanya.
Á ÁPerwira menengah dan mengaku kenal sejumlah pengusaha tambang
ini menyatakan, dirinya anak dari seorang ayah yang juga polisi,
tepatnya Brimob, sehingga tentu sangat mencintai polisi.
Á ÁSebelumnya, beredarnya pemberitaan terkait pernyataan
Sekretaris Satgas Khusus Mafia Hukum Denny Indrayana bahwa ada
oknum kapolres di Polda Kalsel yang terlibat mafia pertambangan,
tak pelak membuat bingung Kapolda Kalsel Brigjen Pol Untung S
Rajab.
Á ÁUntung menambahkan, kalau memang ada namanya, sebaiknya
dibeberkan saja ke media, siapa oknum kapolres yang dimaksud oleh
Denny Indrayana.
Á ÁMenurutnya, kalau tidak jelas siapa orangnya, justru bisa
menimbulkan opini publik yang keliru. Siapa saja akhirnya bisa
menduga bahwa kapolres ini atau kapolres itu yang terlibat.
Á Á"Jangan sampai malah muncul opini publik yang keliru akibat
dugaan©dugaan yang tidak berdasar," harapnya.
Á ÁSebelumnya, Denny Indrayana, tokoh kelahiran Tala ini
membeberkan dalam sebuah seminar membeberkan bahwa ada seorang
oknum kapolres di Kalsel yang terindikasi sebagai mafia tambang.
Á ÁMenurutnya, oknum tersebut banyak memainkan kasus©kasus
tambang untuk kepentingan pribadinya, sehingga kekayaannya tidakÔ h) 0*0*0*° ° Ô sesuai dengan gaji sebenarnya sebagai seorang kapolres. Di samping
itu, gaya hidup oknum kapolres tersebut juga mencolok dibandingkan
dengan kapolres lainnya.
Á ÁDenny menambahkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan
terhadap oknum kapolres yang dimaksud. Hanya saja, Denny tidak
bersedia menyebutkan nama kapolres tersebut dengan alasan masih
belum saatnya dibeberkan. Ã Ãadi

No comments: