Thursday, April 29, 2010

Kajari Kembali Panggil Terpidana PKM

MARTAPURAÄ Ä © Kejaksaan Negeri Martapura kembali memanggil tiga
terpidana kasus dugaan korupsi pembebasan lahan eks Pabrik Kertas
Martapura (PKM) untuk menjalani vonis sebagaimana dikabulkannya
kasasi jaksa beberapa waktu lalu. Ketiganya adalah Hairul Saleh,
Iskandar Jamaludin, dan Gunawan Santosa.
Á ÁKajari Martapura Zulhadi Savitri Noor SH MH, Rabu (28/4)
mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemanggilan kedua kepada
ketiganya, dan diharapkan yang bersangkutan mematuhi panggilan
tersebut dengan bersikap kooperatif.
Á Á"Semua pihak harus mematuhinya, yang bersangkutan kita
harapkan kooperatif," ujarnya.
Á ÁMenurut Zulhadi, pihaknya mempersilakan kepada yang
bersangkutan apakah nantinya minta penangguhan. Namun, diharapkan
ketiganya memenuhi panggilan tersebut. Soalnya, apabila berlarutªlarut tentunya tidak menyelesaikan masalah.
Á Á"Kita tunggu perkembangan dulu kalau ternyata panggilan kedua
ini juga tidak dipenuhi. Sebaiknya tidak menunda karena kalau
menunda maka masalah tidak akan selesai," katanya.
Á ÁSementara itu, Kajati Kalsel Abdul Taufiq didampingi Kasi
Penkum dan Humas Kejati Kalsel Johansyah SH mengatakan, pihaknya
merasa ada kejanggalan seputar adanya info dari kuasa hukum
terpidana Hairul Saleh, yakni Masdari Tasmin SH MHum bahwa kliennya
sebenarnya sudah divonis bebas oleh MA.
Á Á"Dari mana info itu diterima kuasa hukum yang bersangkutan.
Jika memang memiliki salinan putusan bebas dari MA, kita harapkan
bisa disampaikan kepada kita agar bisa dilakukan pengecekan lagi ke
MA," cetus Kajati.
Á ÁMenurutnya, pihaknya juga tengah menunggu salinan putusan yang
menyatakan ketiga terpidana bersalah dan akan dieksekusi, meskipun
sebenarnya, tanpa perlu menunggu salinan pun eksekusi sudah bisa
dilaksanakan.
Á ÁSeperti diketahui, Mahkamah Agung (MA) beberapa waktu lalu
melalui petikan amar putusan MA No 938k/Pidsus/2008 tertanggal 19
Januari 2010, mengabulkan kasasi jaksa penuntut umum (JPU) Kejari
Martapura terhadap vonis bebas yang dijatuhkan majelis hakim
Pengadilan Negeri (PN) Martapura terhadap Hairul Saleh (mantan
Kabag Perlengkapan Setda Banjar), Iskandar Jamaluddin (mantan
Kepala BPN Banjar) dan Gunawan S (mantan Dirut PT Golden Conimex)
dalam kasus korupsi eks PKM.
Á ÁDalam putusannya, selain membatalkan putusan majelis hakim PN
Martapura yang kala itu diketuai Purwanto SH, tertanggal 8 Oktober
2007, MA juga menjatuhkan hukuman masing©masing lima tahun penjara
dan denda Rp200 juta subsidair enam bulan kurungan.
Á ÁKhusus untuk terpidana Gunawan S, MA menambah hukuman berupa
kewajiban Gunawan untuk mengembalikan uang negara sebesar Rp6,3
miliar.
Á ÁKasus ini terjadi setelah Pemkab Banjar di masa pemerintahan
Bupati Rudy Ariffin (sekarang Gubernur Kalsel) memutuskan memberi
ganti rugi lahan eks PKM kepada PT Golden senilai Rp6,3 miliar
dalam dua tahap, 2002 sebesar Rp3 miliar (Keputusan Bupati Banjar
No 85/5.Kep.14/2002) dan 2003 (Keputusan Bupati Banjar No 08/BKOªBT/3/2003 tanggal 28 Maret 2003) senilai Rp3,4 miliar.
Á ÁPemkab Banjar berdasar masukan dari panitia pembebasan yangÔ h) 0*0*0*° ° Ô dimotori Hairul Saleh dan Iskandar Jamaluddin, mesti membayar ganti
kerugian lahan seluas 3 haktare yang masih dimiliki oleh PT Golden
sesuai HGB yang dikantonginya.
Á ÁGanti rugi menjadi kontroversial, karena HGB No 13/Keraton
seluas 105.306 m2 dan HGB No 11/Jawa/Sei Paring seluas 30.729 m2
milik PT Golden telah berakhir masing©masing tanggal 26 Januari
2000 dan 31 Desember 2000.
Á ÁDi atas lahan itu, Pemkab Banjar akan membangun Pusat
Perbelanjaan Sekumpul dan pemindahan RS Ratu Zalekha.Ã Ã dio/adi

No comments: