Sunday, April 18, 2010

Gadis Cilik Menangis Ayah Jadi Tersangka

BANJARMASINÄ Ä © Seorang gadis cilik menangis selepas menjenguk sang
ayah yang kini menjadi tersangka kepemilikan sabu. Ya, Rony (33)
ayah empat anak ini harus meringkuk di sel Mapolda Kalsel akibat
kedapatan memiliki sabu seberat 1 gram di ruko miliknya, Kamis
(15/4) sekitar pukul 15.00 Wita.
Á Á Rony terjerat UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan
terancam hukuman minimal empat tahun penjara. Pemilik usaha warnet
Skywave di Jl Pramuka RT 12 ini sebelum ditangkap sempat melawan
petugas Sat II Dit Narkoba Polda Kalsel.
Á ÁBahkan, seorang perwira yang berusaha mengamankan tersangka
mesti rela hidung dan lehernya lecet©lecet terkena cakaran
tersangka.
Á ÁKanit I Sat II Dit Narkoba Kompol Ade Andrian mengaku,
tersangka sempat melakukan perlawanan begitu hendak diamankan.
"Akibatnya hidung dan leher saya lecet©lecet terkena cakaran
tersangka," akunya sambil memperlihatkan bekas cakaran tersebut.
Á ÁSementara itu, Kasat II Dit Narkoba Jimmy A kepada wartawan
membenarkan bahwa pihaknya berhasil mengamankan tersangka setelah
didapati tersangka menyimpan satu paket sabu seberat 1 gram di
bawah rak televisi di lantai dua rukonya.
Á ÁDari informasi, polisi mendapat laporan dari warga bahwa di
warnet Skywave Jl Pramuka sedang berlangsung pengiriman sabu.
Kemudian, polisi menindaklanjuti informasi tersebut dan bergerak ke
TKP.
Á ÁSesampainya di ruko yang lantai bawahnya digunakan tersangka
tempat usaha warnet, polisi belum menemukan bukti. Tersangka selalu
berkilah bahwa dirinya ada menyimpan sabu apalagi sebagai bandar.
Á ÁNamun, polisi tidak mudah percaya begitu saja dengan
keterangan tersangka. Kemudian, berbekal surat perintah
penggeledahan, polisi mulai menggeledah seisi ruko yang memiliki
tiga lantai itu.
Á ÁSetelah berjam©jam menggeledah, polisi akhirnya menemukan
sepaket sabu seberat 1 gram di bawah rak televisi di kamar
tersangka yang terletak di lantai dua ruko.
Á ÁSetelah temuan sabu tersebut, tersangka kemudian diamankan.
Namun, sebelum benar©benar diamankan, tersangka sempat melakukan
perlawanan kepada petugas, bahkan menendang dan mencakar petugas.
Á ÁRony, pria keturunan China ini kepada wartawan membantah
kalau dirinya adalah bandar sabu. "Sabu tersebut sudah lama, itu
bekas sabu yang saya pakai bersama teman©teman," ucapnya.
Á ÁNamun ketika ditanya di mana membeli dan berapa harganya, Rony
berkilah bahwa dirinya sudah lupa, karena sabu itu memang sudah
lama.
Á ÁRony juga membantah kalau dirinya telah melawan ketika hendak
diamankan. "Saya cuma menangkis tidak benar kalau saya menyerang
anggota polisi," imbuhnya. Ã Ãadi

No comments: