Tuesday, April 27, 2010

Dua Kawanan Pengedar Dibekuk, Satu Tewas

BANJARMASINÄ Ä © Pihak Sat I Dit Narkoba Polda Kalsel berhasil
menciduk dua kawanan pengedar sabu, Sad alias Ikin (32) dan Zai
(33). Sedangkan seorang otak pelaku, Jul (39) akhirnya tewas
tertembak akibat melawan polisi ketika hendak dibekuk di kawasan
Kompleks Banjar Indah Permai (Banper), Minggu (25/4) sekitar pukul
19.00 Wita.
Á ÁIkin, warga Jl A Yani Km 7 Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar
serta Zai, warga Jl Mahligai Simpang Limau RT 28 Sei Lulut
Banjarmasin Timur berhasil dihentikan ketika sepeda motor yang
mereka tumpangi hendak menabrak polisi yang sudah mengepung mereka.
Á ÁAdapun Jul, warga Jl Martapura Lama Km 6,8 RT 6 Sei Lulut,
ketika hendak dibekuk melakukan perlawanan. Bahkan Jul, residivis
kasus serupa dan dua kali ditangkap Poltabes Banjarmasin, sempat
membanting salah seorang polisi yang coba membekuknya.
Á ÁDiterangkan Dir Narkoba Polda Kalsel Kombes Pol Agus Budiman
Manalu didampingi Kasat I Dit Narkoba AKBP Made Wijana, tersangka
yang tertangkap tangan mengedarkan 5 gram sabu senilai Rp8,5 juta
ini berusaha merebut senjata api polisi yang terselip di pinggang.
Á ÁKetika Jul memiting polisi dari belakang, pistol polisi di
bagian pelatuknya sudah sama©sama dikuasai polisi maupun Jul.
Á ÁBegitu pistol tersebut berada di bagian punggung Jul, pistol
pun menyalak, hingga Jul roboh di tempat. Ketika hendak dibawa, Jul
mengeluh badannya terasa panas, sehingga polisi segera membawa Jul
ke Rumah Sakit Bhayangkara Jl A Yani Km 4.
Á Á"Anggota kita saat itu benar©benar dalam keadaan terdesak,
karena tersangka berupaya merebut pistol dan tentu saja akan
membahayakan keselamatan anggota kita," cetusnya.
Á ÁSempat sejam diupayakan penyelamatan medis oleh dokter, namun
nyawa Jul tak tertolong. Ia tewas akibat banyak kehabisan darah
menyusul luka tembak di bagian punggung, meski tidak sampai tembus
ke bagian depan tubuhnya.
Á ÁAgus Budiman Manalu menambahkan, sebelum penangkapan, polisi
melakukan penyamaran dengan berpura©pura hendak membeli sabu
seberat 5 gram atau sekantong. "Tersangka saat itu bahkan sempat
mengaku bisa menjual lima kantong kalau pembeli sanggup. Namun,
penyamar cuma minta disediakan sekantong seharga Rp10 juta. Namun
ketika ditawar, tersangka mau menurunkan harga hingga Rp8,5 juta,"
jelasnya.
Á ÁAdapun dua tersangka lainnya, yakni Ikin dan Zai bertugas
mengantar sabu ke Jul termasuk memantau lokasi transaksi apakahÔ h) 0*0*0*° ° Ô benar©benar aman atau tidak.
Á ÁDari para tersangka itu, polisi menyita barang bukti berupa 5
gram sabu, dua Hp milik Ikin, sebuah Hp milik Zai dan tiga Hp
kepunyaan Jul, termasuk uang diduga hasil bisnis sabu, Rp3.200.000
dari Zai dan Rp381.000 dari Ikin.
Á ÁPara tersangka karena dianggap bersekongkol dikenakan pasal
132 subsidair pasal 114 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika
dengan ancaman minimal lima tahun penjara.Ã Ã adiÄ Ä
à Ã
Keluarga Korban Takkan Memperpanjang Masalah
ITAÄ Ä, ibu rumah tanggah paruh baya, tak kuasa menahan rasa sedih
pasca meninggalnya suaminya bernama Jul akibat terjangan peluru
pada penyergapan oleh anggota Sat I Dit Narkoba Polda Kalsel,
Minggu (25/4) malam.
Á ÁDengan mengenakan baju warna kuning serta celana jins putih,
Ita mencoba menenangkan dirinya, sambil terus melakukan hubungan
dengan keluarga melalui telpon selularnya.
Á ÁSaking kalut dan sedihnya ia tidak lagi memperhatikan
lingkungan sekitarnya, sesekali ia bergumam dengan telpon selular
masih menempel di daun telinga.
Á Á"Lakiku meninggal," katanya dengan nada terbata©bata,
dibarengi dengan raut wajah yang lesu.
Á ÁIRT yang telah memiliki dua anak ini, dan berdomisili di
kawasan Jl Martapura Lama RT 6 Sungai lulut, seakan sangat
menyesali peristiwa yang menyebabkan suaminya meninggal.
Á ÁTerlihat betul kala ia berada di ruang tunggu autopsi jenazah
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, tubuh lusuh,
sementara pandangan mata terus tertuju pada ruang autopsi jenazah
tempat jasad suaminya diletakkan untuk diautopsi.
Á ÁBahkan ketika ditanya dan dimintai keterangan oleh à ÃMata BanuaÄ Ä,
ia tidak menghiraukan, ia terus saja menekan nomor Hp dan mencoba
melakukan hubungan jarak jauh dengan keluarganya.
Á ÁIa mencoba mencurahkan semua perasaannya kepada keluarga
maupun teman©temannya mengenai peristiwa meninggalnya suaminya.
Á ÁSetelah semua terhubungi, wanita tersebut kemudian terbaring
di kursi depan tempat penyimpanan mayat, dan tidak memperdulikan
lagi lingkungan sekitarnya.
Á ÁKetika ditanya à ÃMata BanuaÄ Ä, ia hanya menjawab kalau yang
meninggal tersebut suaminya. "Dia itu suamiku," jawabnya singkat.
Á ÁSumber terhimpun, korban merupakan salah seorang tukang ojek
yang biasa mangkal di kawasan Jl A Yani, tepatnya depan Lima
Cahaya.
Á ÁBermula peristiwa itu, ketika anggota Sat I Dit Narkoba Polda
Kalsel, melakukan penyergapan terhadap korban yang merupakan salah
satu target operasi (TO) kepolisian, sekitar pukul 19.00 Wita.
Á ÁKetika itu petugas akan melakukan penggeledahan terhadap
korban di kawasan Jl Banjar Indah Permai (Banper), namun ketika
akan dilakukan penggeledahan korban melakukan perlawanan.
Á ÁKarena terus melakukan perlawanan hingga membuat petugas
terpojok, akhirnya petugas terpaksa melumpuhkan tersangka dengan
menembaknya hingga akhirnya tersangka meninggal dunia.
Á ÁAwalnya tersangka atau korban dilarikan ke Rumah Sakit
Bhayangkara, namun sejam di sana nyawanya melayang akibat kehabisan
darah. Kemudian jasad korban dibawa ke RSUD Ulin untuk diautopsi,Ô h) 0*0*0*° ° Ô Senin (26/4) sekitar pukul 11.00 Wita. Kemudian Senin (26/4) pukul
12.30 Wita, jasad korban dibawa pulang keluarganya untuk
dimakamkan.
Á ÁKeluarga korban saat dimintai keterangan oleh à ÃMata BanuaÄ Ä,
tetap tidak mau bicara, dan mengaku tidak tahu kejadiannya.
Á ÁBahkan keluarganya sepertinya juga tidak mau tahu akan
pekerjaan dan penyebab kematian korban, karena mereka berkata tidak
akan memperpanjang masalah ini.
Á Á"Kami tidak tahu kejadian dan masalahnya, yang kami tahu bahwa
korban seorang pengojek, dan kamipun tidak akan memperpanjang
masalah ini, mungkin ini sudah garis hidupnya," kata salah seorang
perempuan yang namanya tidak ingin diberitakan dan mengaku kalau
korban itu adalah keponakannya.Ã Ã ris/adi

No comments: