Wednesday, April 28, 2010

Cawabup HST Bantah Korupsi

BANJARMASINÄ Ä © Calon Wakil Bupati (Cawabup) Hulu Sungai Tengah (HST)
berinisial FJ menepis pemberitaan yang menyebutkan dirinya sebagai
salah satu tersangka korupsi anggaran DPRD Kabupaten HST.
Á ÁMenurut pasangan Harun Nurasid ini, ia tidak pernah diberitahu
tentang adanya kasus itu. "Apalagi ditetapkan sebagai tersangka
dalam kasus tersebut," ungkapnya ketika dihubungi via telepon,
Selasa (27/4) kemarin.
Á ÁFJ melihat, Kejaksaan Negeri (Kejari) Barabai sengaja
mengembangkan kasus yang telah menyeret pimpinan DPRD HST sebagai
tersangka dan telah dijatuhi hukuman.
Á Á"Pada 2008 kami memang pernah dipanggil sebagai saksi kasus
yang melibatkan H Abdullah Islami dan kawan©kawan, yang merupakan
unsur pimpinan dewan," terangnya.
Á ÁHingga akhirnya kasus itu diusut dan dibawa ke pengadilan
terkait perjalanan dinas anggota dewan dan penggunaan anggaran yang
tidak ada mata anggarannya dalam APBD 2001©2003.
Á ÁMenurut FJ, pengembangan kasus dengan memanggil mantan anggota
dewan untuk dimintai keteranganterkait kasus itu merupakan hal yang
wajar.
Á ÁDikemukakan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini,
posisinya saat itu hanya sebagai anggota panitia anggaran
(panggar), tidak sebagai pengambil keputusan hingga menyebabkan
terjadinya penyelewengan anggaran.
Á ÁFJ tak menampik pemberitaan itu sedikit banyaknya akan
berpengaruh terhadap kondisi menjelang Pemilukada di Kabupaten HST.
Bahkan bukan tidak mungkin akan mengganggu suasana HST yang saat
ini kondusif.
Á ÁUntuk menangkal hal©hal yang tidak diinginkan ia akan
melakukan kunjungan ke sejumlah partai pengusung, dan masyarakat,
termasuk pondok pesantren.
Á Á"Saya akan jelasnya mengenai kasus ini, dengan demikian tidak
akan mengurangi simpati publik dan pendukung, termasuk partai
politik pengusung saya dan Harun Nurasid," bebernya.
Á ÁSeperti diberitakan sebelumnya, Kejari Barabai menetapkan
anggota panggar DPRD HST periode 1999©2004 sebagai tersangka.
Á ÁTerungkapnya nama©nama tersangka dugaan korupsi itu seiring
dengan surat panggilan yang dilakukan Kejaksaan Negeri Barabai
untuk Dharmasasi bin Buri. Warga Jalan Putera Harapan, Desa Matang
Ginalun, Kecamatan Pandawaan, HST ini bakalan diperiksa Rabu (28/4)
hanya sebagai saksi.
Á ÁDharmasasi dalam pemeriksaan sebagai saksi yang dijadwalkan
berlangsung pukul 09.30 Wita itu nantinya akan dihadapkan dengan
jaksa penyidik, Hadi Winarno SH dan Hesti Tri R SH. Ã Ãelo/adi

No comments: