Friday, April 30, 2010

Berkas Korupsi Setwan Batola P©21

BANJARMASINÄ Ä © Berkas kasus korupsi di Setwan DPRD Batola senilai
Rp585 juta dengan tersangka HR ternyata sudah dianggap lengkap
alias P©21 oleh Kejati Kalsel. Dalam waktu dekat, penyidik Sat III
Tipikor Dit Reskrim Polda Kalsel akan segera melakukan penyerahan
tahap dua.
Á ÁKamis (29/4), Dir Reskrim Polda Kalsel Kombes Pol Achmat Juri
melalui perwira menengah kedua di Sat III Tipikor, Kompol Zaenal
mengatakan, pihaknya sudah rampung melakukan pemeriksaan tersangka
maupun saksi©saksinya.
Á Á"Alhasil, baru saja kita mendapat surat bahwa berkas perkara
sudah lengkap atau P©21. Ini berarti, berkas perkara sudah memenuhi
syarat untuk bisa dilimpahkan," ujar Zaenal kepada à ÃMata BanuaÄ Ä.
Á ÁMenurut Zaenal yang sementara sibuk memimpin satuan
sepeninggal AKBP Yusron yang sedang bersekolah ke Lembang, Jabar
ini, HR sejak dijadikan tersangka dan ditahan 29 Maret 2010 lalu,
memang sexara intensif terus menjalani pemeriksaan, sehingga berkas
pemeriksaan bisa kelar dengan cepat.
Á Á"Insya Allah minggu depan, kita sudah bisa melakukan
penyerahan tahap dua, yakni menyerahkan tersangka bersama barang
buktinya ke pihak Kejati Kalsel," ungkapnya optimis.
Á ÁSebagaimana diketahui, Sat III Tipikor menjadikan HR, mantan
Bendahara Setwan DPRD Batola sebagai tersangka tunggal kasus
penyimpangan dana perjalanan dinas dewan selama 2008 lalu.
Á ÁLaporan pertanggungjawaban perjalanan dinas, diduga dibuat
secara fiktif oleh HR, sehingga total anggaran senilai Rp628 juta
itu dikorup oleh HR dan negara dirugikan sekitar Rp585 juta.
Á Á HR sendiri yang semula menjadi Bendahara Setwan DPRD Batola,
setelah ada permasalahan keuangan itu, oleh Pemkab Batola kemudian
dipindah ke bagian staf di lingkup Pemnkab Batola.
Á ÁNamun, akibat kasus ini dan jika terbukti bersalah di
pengadilan, bisa saja karir HR tamat dan diberhentikan sebagai PNS.
à ÃPenyimpangan di Unlam
Á ÁÄ ÄSementara itu, Kompol Zaenal menambahkan, penyelidikan kasus
dugaan penyimpangan bantuan melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di
lingkup Unlam Banjarbaru masih dalam tahap mengumpulkan dokumen
maupun berkas©berkas yang dianggap berkaitan.
Á Á"Kasus ini masih penyelidikan, dan masih jauh kalau kita
langsung menduga ada penyimpangan maupun tersangkanya. Kita mesti
hati©hati mengungkap kasus ini. Semua didasarkan azas praduga tak
bersalah sesuai prinsip yuridis," ungkapnya.
Á ÁSebagaimana diketahui, polisi dari Sat III Tipikor begitu
gencar melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyimpangan bantuan
Pemprov Kalsel ke Unlam, sehubungan bantuan untuk para dosen
melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi, seperti S2 maupun S3.
Á ÁDari informasi, sejumlah dokumen dan berkas di Fakultas
Perikanan, Fakultas Kehutanan dan Fakultas Teknik yang berada di
Banjarbaru dikumpulkan oleh polisi guna kepentingan penyelidikan,
mengungkap kasus ini.
Á ÁZaenal mengakui, pihaknya belum bisa mengungkapkan estimasi
kerugian negara dalam kasus dugaan penyimpangan dana bantuan ini.
à Ãadi

1 comment:

Zian X-Fly said...

Di mana-mana pejabat korup, sampai-sampai rakyat tak mampu lagi memikirkannya.