Thursday, April 8, 2010

Ancaman Terhadap Lihan Memang Ada

BANJARMASINÄ Ä © Lihan wajar stres, karena memang ada ancaman dari
pihak tertentu terhadap keselamatan Lihan jika Lihan sudah berada
di dalam sel selain di Polda Kalsel.
Á ÁRabu (7/4), kuasa hukum Lihan, Kamaludin SH dari Kantor
Pengacara Masdari Tasmin SH MHum membenarkan bahwa pihaknya
mendapat informasi tentang adanya rencana untuk mencelakai Lihan,
jika sudah berada di sel tahanan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Teluk
Dalam.
Á Á"Saya ada juga mendengar informasi itu, ada orang yang entah
siapa sudah mengancam akan mencelakai Lihan jika sudah bertemu di
LP Teluk Dalam. Saya kira, ini orang yang ada dendam pribadi
terhadap Lihan," paparnya.
Á ÁKamaludin berharap, penyidik Dit Reskrim Polda Kalsel maupun
pihak Kejati Kalsel dalam penyerahan tahap dua yang direncanakan
berlangsung Senin (12/4) mendatang bisa membijaksanai lokasi
penahanan Lihan.
Á Á"Kalau bisa, Lihan sebagai tahanan kejaksaan, dititipkan saja
terlebih dahulu di tahanan Polda Kalsel. Namun, jika tidak bisa
juga, setidaknya ada jaminan keamanan dari aparat berwenang tentang
keselamatan Lihan dari ancaman orang yang ingin mencelakainya,"
cetusnya.
Á ÁPengacara ini menambahkan, pihaknya akan segera menyurati
pihak terkait, baik penyidik Polda Kalsel maupun pihak jaksa
penuntut umum (JPU) agar memperhatikan masalah keselamatan Lihan
tersebut.
Á Á"Wajar saja Lihan mengalami stres, karena ada ancaman
tersebut. Apalagi hal serupa pernah terjadi dalam kasus voucher
beberapa tahun lalu, di mana terpidana Unyil, tewas di tangan orang
di dalam LP Teluk Dalam," bebernya.
Á ÁDisinggung apakah Lihan akan disidang di Pengadilan Negeri
(PN) Banjarmasin atau PN Martapura, Kamaludin mengaku tidak bisa
memastikan. "Bisa saja di PN Banjarmasin, karena saksi dan lainªlain banyak di Banjarmasin. Atau bisa juga di PN Martapura, sesuai
lokasi kediaman Lihan. Kita lihat saja nanti," ungkapnya.
Á ÁMengenai kondisi Lihan yang jarang mandi sehingga menimbulkan
bau kurang sedap, Kamaludin dengan tersenyum mengatakan bahwa
pihaknya selaku kuasa hukum Lihan, tidak ada mendapat informasi
seperti itu.
Á Á"Ada©ada saja. Mungkin saja air untuk mandi di sel Polda
Kalsel memang kerap macet, makanya tahanan jarang mandi," katanya
sambil tertawa.
Á ÁSebelumnya, entah karena stres atau sengaja menghindari
penyidik, Lihan, tersangka kasus multi pasal, ternyata jarang mandi
di selnya. Akibatnya, tubuh mantan pengusaha top asal Martapura,
bos besar PT Tri Abadi Mandiri itu pun berbau.
Á ÁAlhasil lagi, penyidik yang hendak memeriksa Lihan jadi
kerepotan karena tidak tahan dengan baunya. Meksi pemeriksaan bisa
berjalan, namun tetap saja penyidik mesti esktra sabar dengan
baunya itu.
Á ÁSelasa (6/4), Kejati Kalsel memastikan bahwa berkas Lihan
sudah lengkap alias P©21. Penyerahan berkas maupun tersangka Lihan
dari penyidik ke Kejati Kalsel akan berlangsung Senin (12/4)
mendatang.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒÁ ÁLihan bersama istrinya dituduh telah melakukan tindak pidana
penipuan (pasal 378 KUHP), penggelapan (pasal 372), pasal 46 UU No
10 Tahun 1998 tentang Perbankan dan juga pasal 59 UU No 21 Tahun
2008 tentang Perbankan Syariah serta UU No 15 Tahun 2003 tentang
Pencucian Uang.
Á ÁHj Jum dikenakan pasal 55 KUHP, karena diduga turut serta
menyukseskan tindakan yang dilakukan suaminya, sehingga merugikan
3.700©an investornya senilai Rp817 miliar.
Á ÁIronisnya, dari hasil penyidikan, aset yang berhasil disita
dari tangan Lihan, baik berupa rekening, rumah, mobil dan lainªlain, totalnya hanya berkisar Rp30 miliar.

2 comments:

mnfuady said...

apakah mungkin dana investor bisa kembali ???

Adi Permana bin H Ali Basrah bin Barihun bin Taib bin Katar said...

Coba upayakan melalui jalur perdata, mudahan bisa kembali. Tapi ingat, ambil modalnya saja..