Thursday, April 29, 2010

Ancam Pidanakan Pematok Lahan

BANJARMASINÄ Ä © Pemilik hak guna usaha (HGU) lahan, yakni PT Cahaya
Borneo Sukses Agrosindo (CBSA) menyayangkan pematokan lahan yang
dilakukan oleh oknum masyarakat.
Á ÁMelalui kuasa hukumnya, Hj Lenny Wellyhani SH MH, PT CBSA
menerangkan bahwa status lahan sedang diurus untuk perpanjangan
HGU©nya.
Á ÁLenny menambahkan, HGU PT CBSA berakhir pada tanggal 31
Desember 2009, namun PT CBSA telah mengajukan permohonan
perpanjangan hak kepada BPN Tanah Laut (Tala) pada bulan Maret
2009.
Á ÁKemudian dilanjutkan ke BPN Kalsel pada tanggal 27 Mei 2009.
Proses masih berlangsung dan telah ada Panitia B di BPN Kalsel yang
terdiri dari Bupati Tanah Laut, Dinas Pertanian Kalsel, Dinas
Kehutanan Kalsel, Dinas Pertambangan dan Energi Kalsel, Balai
Pemantapan Wilayah Hutan Wilayah V Banjarbaru, BPN Kabupaten Tanah
Laut dan BPN Propinsi Kalsel.
Á ÁTim ini sudah melakukan peninjauan ke lapangan pada 22 April
2010 dan akan segera melakukan rapat untuk mengambil keputusan atas
perpanjangan HGU PT CBSA.
Á Á"Kami mengharapkan warga sekitar bisa memahami dan menghormati
proses tersebut, dan tidak melakukan tindakan yang bisa merugikan
perusahaan. Jika tindakan pematokan lahan tidak dihentikan, justru
akan menghambat investasi. Selain itu, tindakan pematokan sudah
masuk ke ranah hukum sehingga bisa kami pidanakan," katanya.
Á ÁMenurutnya, PT CBSA selama ini telah memanfaatkan lahan HGUªnya untuk ditanami singkong, sehingga ikut mensejahterakan petani
plasma, bahkan memanfaatkan panen petani untuk produksi perusahaan.
Á ÁSebagaimana diketahui, PT CBSA merupakan perusahaan yang
bergerak di bidang industri tepung tapioka yang berbahan baku utama
singkong atau ubi kayu. Perusahaan memiliki pabrik pengolahan di
Desa Bentok Kampung, Bati Bati yang mulai beroperasi sejak tahun
2007.
Á ÁKapasitas produksi pun cukup tinggi, yakni mengolah 1.000 ton
singkong setiap harinya. Perusahaan ini adalah satu©satunya
perusahaan tepung tapioka di Kalsel.
Á ÁPerusahaan memerlukan lahan seluas hingga 10 ribu hektar untuk
budidaya singkong. Saat ini perusahaan aktif melakukan penanaman
singkong di kebun inti mereka sendiri yang berada di Desa Jilatan
seluas 510 hektar dan juga membina petani plasma baik di daerah
Kabupaten Tala maupun Kabupaten Banjar.
Á ÁMasih menurut Lenny, saat ini perusahaan telah membina petani
plasma kurang lebih 3.000 hektar yang tersebar di desa seperti
Martadah, Ujung Batu, Pulau Sari dan Pengaron. Perusahaan yang
didukung oleh dinas terkait, masih terus aktif mengembangkan lahan
perkebunannya agar kebutuhan bahan baku pabrik tepung tapioka dapat
terpenuhi. Ã Ãadi

No comments: