Thursday, July 9, 2009

Suara Rakyat Bukan Suara Tuhan


Kaget juga ketika membaca koran atau mendengarkan pernyataan orang-orang yang mengaku pintar bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan.
Nanti dulu, tolong berhati-hati dengan pernyataan seperti ini. Meski sekilas seperti kalimat romantis, filosofis bahkan dianggap sudah betul, padahal artinya sangat menyesatkan.
Maha Suci Allah dari serupa dengan makhluk ciptaan-Nya. Sesungguhnya tidak ada satupun di dunia ini yang mirip apalagi serupa dengan-Nya.
Orang Barat sangat mendewakan demokrasi, sehingga suara terbanyak berarti itulah kebenaran. Padahal, dalam Islam, tidak selalu suara terbanyak itu yang benar. Sebab, kalau mengacu total ke demokrasi, kebenaran bisa tertindih kejahilan, terhimpit kezaliman dan terkikis kesalahan.
Seandainya, di jazirah Arab ketika Nabi Muhammad SAW baru saja menyampaikan dakwahnya di abad ke-6, dilakukan voting apakah memilih Nabi ataukah ajaran jahiliyah, tentulah Nabi akan kalah suara, karena pengikutnya sangat sedikit.
Namun, walaupun sedikit, apa yang dibawa dan diajarkan apalah lagi kepemimpinan Nabi, pastilah benar, karena ia datang dari sisi Allah.
Begitu pula di negeri Indonesia, ketika para pemimpin bersama wakil rakyat setuju minuman keras beredar di THM-THM, maka itu bukan kebenaran, melainkan kezaliman. Begitu pula ketika negeri ini membolehkan bunga bank, itu bukan kebenaran, namun perbuatan nista.
Ketika negeri ini membiarkan tambang-tambang dikuasai kapitalis, bukan oleh negara sendiri, tentu saja bukan kebenaran, melainkan kesia-siaan.
Begitu pula ketika kebanyakan orang Indonesia lebih suka hukum Belanda, ketimbang hukum Allah, itu bukan pula kebenaran, tetapi kemunafikan bahkan kekafiran.
Begitu juga ketika 60 persen rakyat memilih SBY-Boediono, hal itu belum tentu bernilai kebenaran.
Dalam sejarah, pendukung-pendukung kebenaran memang sedikit orangnya. Lain halnya kalau Islam di saat jaya karena tawadhu menjalankan syariat Islam, maka pemimpinnya adalah pemimpin yang terbaik, dan kaum atau masyarakat bangsanya adalah masyarakat bangsa yang terbaik pula. Hemm....kalau dalam kondisi ini, aku pun pasti akan setuju dengan pilihan kebanyakan orang. Wassalam





1 comment:

Zian X-Fly said...

Haha,,, betul itu mas. Fotonya oke, gokil!