Thursday, July 16, 2009

Jangan Pandang Sebelah Mata Anak Hiperaktif

Jangan Pandang Sebelah Mata Anak Hiperaktif
Miris juga melihat sejumlah guru dan orangtua yang masih belum mengerti sepenuhnya tentang anak hiperaktif. Sebagian mereka bahkan sudah langsung menstigma jelek anak hiperaktif. Padahal, bukan keinginan anak hiperaktif dia akan menjadi hiperaktif. Ada rahasia Allah yang sulit bagi kita untuk memahaminya, kenapa Allah berkehendak demikian.
Saya sering mengurut dada ketika istri saya mengadu, hampir semua sekolah yang didatangi untuk mendaftarkan Amar masuk SD, menolak menerima Amar, anakku yang divonis dokter hiperaktif.
Sabar, itulah yang harus dilakoni sekarang ini. Mereka hanya tidak mengerti ya Allah, gumamku. Seandainya mereka bisa mengerti dan memahami, tentu mereka tidak akan memandang sebelah mata anak hiperaktif.
Untunglah, ada satu SD yang mau menerima Amar, meski mereka tidak berani menjamin apakah Amar masih akan terus bersekolah di situ. Memang ada saran agar Amar sekolah di tempat khusus, dan itu memang sudah saya laksanakan. Namun, menurut dokter ahli anak RSUD Ulin menyarankan agar Amar tetap dimasukkan ke sekolah biasa, karena itu untuk tumbuh kembang mental dan potensinya.
Waktu masuk di pekan pertama, memang dia yang paling sering mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan guru seputar huruf, meski kadang luput.
Sekadar berbagi pengetahuan dengan Anda semua, saya pernah membawa biografi pengarang cerita fiksi Naruto Masashi asal Jepang. Dia kini menjadi pengarang fiksi nomor satu di Jepang, bahkan komik dan film kartunnya digandrungi di dunia. Siapa sangka, masa kecilnya, Masashi adalah anak hiperaktif dan kerap dijauhi teman-temannya.
Telusur pula kisah Presiden AS, Barack Husein Obama ketika masih kecil di Indonesia. Obama dikenal anak hiperaktif dalam lingkup sekolah , teman-teman sekolah Obama, maupun keluarga Obama. Ada satu hal menarik waktu Obama bersekolah di Indonesia yaitu pada saat guru obama menanyakan kepada obama bahwa apa cita-cita-Nya di masa depan? Dengan penuh percaya diri Obama menjawab “ Saya akan menjadi presiden “, sang guru terkesan atas jawaban dari Obama. Dan ternyata Obama dapat mewujudkan cita-cita yang diharapkan. Memang secara eksplisit bagi masyarakat Indonesia , itu hanya Angan-angan. (Intuisi & Kekritisan 14 Mei 2008)
Sejumlah teman sekolah Obama di Indonesia ikut-ikutan terkesiap melihat Obama yang dulu suka bermain kelereng dan petak umpet itu kini menjadi presiden AS terpilih. “Ia termasuk anak hiperaktif. Kami tak berhenti bermain kelereng, tak gebok, tak lari, dan gambaran,” kata Rully Dasaad, sohib Obama di SD Besuki.
“Ia senang menggambar. Saya suka bawa komik-komik impor ke kelas, Barry suka meniru gambar Superman, Batman, atau Spiderman. Kami sering bertukar koleksi komik, ia suka membaca komik yang waktu itu terkenal, Wiro Si Anak Rimba. (Berita Indonesia, 27 November 2008)
Nah, semoga bermanfaat…
Wahai anakku Amar, bersabarlah engkau, semoga Allah meninggikan derajatmu dan menjadikanmu anak yang saleh, berbakti kepada Allah, Rasul dan kedua orangtuamu. Engkau menjadi pejuang agama dan meninggikan kalimat tauhid. Amin…amin…amin..ya Rabbal Alamin…..

1 comment:

talitha vania said...

setiap orang yang lahir didunia pasti memiliki kelebihan dan keunikan yang tidak dimiliki orang lain =)