Sunday, June 14, 2009

Tujuh Kasus Korupsi Sedang Ditelisik

BANJARMASIN - Sat II Tipikor Dit Reskrim Polda Kalsel rupanya tidak mau kalah dan ketinggalan dibanding Kejati Kalsel. Pasalnya, selain kasus korupsi di Dinkes HST, penyidik juga menelisik sekitar enam kasus dugaan korupsi lainnya.
 Hal itu disampaikan Wadir Reskrim AKBP Kliment didampingi Kasat II Tipikor AKBP Slamet kepada wartawan, Jumat (12/6) kemarin. Namun demikian, ia tidak merinci satu-persatu kasus-kasus apa saja yang sedang ditangani tersebut.
 Menurutnya, jika sudah ditetapkan tersangkanya, barulah kasus-kasus tersebut akan diekspos ke media. Saat ini, pihaknya masih berupaya melengkapi pembuktian, sehingga kasusnya layak untuk diekspos.
 Tak hanya itu, lanjutnya, selain tujuh kasus tersebut, pihaknya bekerja sama dengan kesatuan reskrim di polres-polres juga sedang menyelidiki beberapa dugaan korupsi berdasar pengaduan maupun laporan dari masyarakat.
 Sementara itu, Slamet membeberkan kalau hingga saat ini, para tersangka kasus korupsi alat-alat kesehatan di Dinkes HST masih belum mengajukan penangguhan penahanan.
 "Hingga hari ini, kita belum mendapat permohonan penangguhan penahanan dari para tersangka. Kalau pun ada kita akan pelajari dulu," ungkapnya.
 Sementara itu, berkembang isu kalau kasus Dinkes HST yang diduga merugikan negara sebesar Rp2,7 miliar itu bakal menyeret tersangka lain yang notabene adalah pejabat di instansi tersebut.
 Jika para tersangka yang ditahan Kamis (11/6) dinihari itu adalah ketua, sekretaris dan panitia lelang proyek, maka boleh jadi akan berkembang ke arah penanggung jawab proyek dan pelaksana proyek.
 Sebagaimana diketahui, proyek dengan total Rp4,9 miliar itu dibagi-bagi menjadi delapan paket pekerjaan. Pelaksana di lapangan pun terdiri dari delapan perusahaan. Menurut kabar yang beredar, sejumlah perusahaan ada yang domisilinya di Banjarmasin.
 Hanya saja, benar atau tidaknya kabar ini belum jelas, mengingat pihak penyidik belum menginformasikan secara lebih detil perkembangan kasus ini.
 Setelah tahun 2008 sepi menangani kasus, kali ini, lima tersangka kasus korupsi pada proyek pengadaan alat kesehatan di Dinkes HST dijebloskan kesatuan ke dalam sel. Lima tersangka dimasukkan ke dalam sel pada Kamis (11/6) pukul 01.00 Wita itu antara lain, AN, Z, W, EK dan MH.
 Polda masih belum mau membeberkan nama terang kelima tersangka dengan alasan menghormati azas praduga tak bersalah. Hanya saja, diterangkan peranan masing-masing. AN yang adalah salah satu kepala seksi di instansi itu berperan selaku ketua panitia lelang, Z bertindak sebagai sekretaris panitia, sedangkan W, EK dan MH masing-masing sebagai anggota panitia.
 Proyek pengadaan alat-alat pendukung kesehatan ini bernilai Rp4,9 miliar. Namun, diduga akibat manipulasi nilai standar peralatan alias mark-up, terjadi kerugian negara yang diperkirakan sekitar Rp2,7 miliar. 
 Penyidik mengenakan para tersangka dengan pasal 2 dan 3 UU No 31 Tahun 1999 tentang Tipikor jo UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan UU No 31 Tahun 1999. adi



No comments: